Sukses

Renovasi Sekolah di Tapal Batas, BRI Bantu Perbaikan SDN 006 Meral Tanjung Balai Karimun

Liputan6.com, Jakarta Langkah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) mendukung dunia pendidikan di Indonesia terus berlanjut. Program Tanggung Jawab Sosial/Corporate Social Responsibility (CSR) “BRI Peduli Ini Sekolahku”, menjadi cara bank BUMN ini memberikan fasilitas pendidikan memadai melalui renovasi sekolah di beberapa wilayah Tapal Batas Indonesia.

Seperti dirasakan guru dan siswa di SDN 006 Meral di Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau. Para pelajar di sekolah dasar ini bisa menikmati fasilitas belajar yang jauh lebih baik dari sebelumnya setelah sekolahnya direnovasi BRI. Peresmian penampakan baru sekolah ini berlangsung pada Jumat (26/11/2021).

Kepala Sekolah SDN 006 Meral Kurniadi menceritakan, sekolah tersebut telah berdiri sejak 1976. Awalnya, sekolah ini merupakan milik swasta yang dikelola Bea Cukai dengan nama Yayasan Bakti Tugas atau disingkat YBT.

“Berdirinya sekolah ini tahun 1976, itu merupakan sekolah swasta namanya Yayasan Bhakti Tugas (YBT) yang dikelola oleh Bea Cukai. Kemudian diserahkan ke Pemda tahun 2012, dan berubah nama menjadi SDN 006 Meral,” kata Kurniadi saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (1/12/2021).

Bangunan sekolah terbagi dua untuk jenjang berbeda, yakni SD dan SMP pada saat itu. Kemudian di tahun 2013, gedung SMP dipindahtangankan menjadi hak milik SDN 006 Meral.  Itu artinya, gedung sekolah tempat menuntut ilmu ini sudah berumur 45 tahun. Tak heran  alias wajar kondisinya mulai rusak.

“Kita ada dua jenjang SD dan SMP, namun SMP ini sudah pindah gedung tahun 2013, maka aset SMP diserahkan ke SD. Oleh karena aset yang rusak itu merupakan gedung tahun 1976, jadi wajar sudah rusak Sehingga aset di SMP yang rusak itu milik hak SD,” jelas Pria 55 tahun ini.

Kerusakan bangunan yang sangat mengganggu proses belajar mengajar seperti atap bocor, membuat kondisi kelas kusam yang memunculkan kesan kumuh.

“Kondisi kelasnya sudah rusak berat, untuk lantai dan dinding masih bisa di pakai, tapi plafonnya sudah bocor dan runtuh," jelas dia.

Bahkan pihak sekolah terkadang harus mengalihfungsikan perpustakaan dan mushola menjadi tempat mengajar para siswa, akibat kelas yang sudah tak layak pakai.

Selain itu, karena keberadaan pandemi dan keterbatasan kelas, harus diterapkan 3 shift pembelajaran secara bergiliran dengan waktu 2 jam saja.

 

2 dari 2 halaman

Renovasi Dimulai

Melihat kondisi sekolah, BRI tergerak mengulurkan bantuan. Akhirnya pada September 2021, BRI melihat langsung kondisi fisik sekolah dan melakukan survei. Dan ternyata hasil menunjukkan jika sekolah ini layak direnovasi.

“Beberapa waktu lalu mendapatkan informasi dari Bapak Junaedi BRI Karimun bersama anggota saat itu silaturahmi ke tempat saya, mereka mendapat info dari dinas pendidikan dan BRI akan memberikan bantuan CSR rehab kelas," ungkap Kurniadi.

Keputusannya, sebanyak 5 ruangan 5 kelas dari total 19 kelas yang dianggap paling layak mendapatkan renovasi. Sebab kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Selama ini SDN 006 Meral memiliki jumlah siswa 475 orang.

Akhirnya, pembangunan dimulai pada Oktober 2021 dan rampung di awal November 2021. Tak sekadar renovasi fisik bangunan, BRI turut memberi bantuan peralatan dan perlengkapan kelas. Seperti meja guru, lemari, kipas angin, papan tulis hingga lampu agar siswa dan guru nyaman di kelas.

Total bantuan CSR BRI kepada SDN 006 Meral mencapai Rp 850 juta, itu sudah termasuk pembangunan dan bantuan lainnya peralatana kelas.

Kebahagiaan terpancar jelas dari para siswa dan guru, mereka mengaku senang dan lebih bersemangat untuk belajar di kelas. Bahkan beberapa guru meminta kepada Kepala Sekolah agar bisa memakai kelas baru dari BRI.

“Kita akhirnya atur untuk pembagiannya dan difokuskan untuk kelas tinggi (seperti kelas 5-6), agar kebersihannya terjaga. Orangtua murid juga senang,” ungkapnya.

Sejak kelas baru resmi digunakan, proses kegiatan belajar tatap muka masih belum dilakukan serentak 100 persen, melainkan baru 50 persen atau gantian 2 shift.

Kelengkapan belajar bertambah lagi ketika BRI juga memberikan bantuan berupa 2 unit komputer digital. "Kami berterima kasih ke BRI telah membantu alat digital ini,” ungkapnya.

Mochamad Suratin, CEO Regional BRI Pekanbaru menambahkan, renovasi sekolah SDN 006 Meral, Tanjung Balai Karimun merupakan bentuk Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam mengambil peran mendukung kemajuan dan kualitas pendidikan di Indonesia untuk menciptakan SDM yang berkualitas.

Lewat Program #Ini Sekolahku, BRI memberikan bantuan renovasi sekolah di daerah-daerah pelosok Indonesia terutama di daerah perbatasan yang diharapkan bisa mendorong generasi muda untuk semangat menuntut ilmu sehingga menciptakan SDM-SDM yang handal dan berdaya saing.

“Semoga bantuan ini bisa memberi motivasi bagi anak-anak sekolah, dan pada akhirnya SDN 006 anjung Balai Karimun ke depannya bisa mencetak generasi-generasi unggul penerus bangsa,” kata dia.