Sukses

Pasca Gempa Pacitan, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman

Liputan6.com, Jakarta Pasca gempa Pacitan bumi bermagnitudo 4,8 pukul 12.00 WIB, PLN ULP Pacitan memastikan kondisi pasokan listrik aman.

Pada saat yang bersamaan dengan terjadinya gempa, sempat terjadi gangguan pada satu recloser di penyulang Watukarang. Namun tim PLN ULP Pacitan segera memulihkan pasokan listrik.

Pasokan listrik di Pacitan akhirnya kembali normal pukul 14.36 WIB.

Manager PLN ULP Pacitan, Irham Maulana, meminta masyarakat untuk tidak panik saat gempa dan segera menjauhi tiang atau jaringan listrik.

Dia pun meminta masyarakat agar melaporkan potensi bahaya yang mungkin terjadi jika ada gangguan pada sistem kelistrikan.

"Pelanggan dapat menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau contact center 123, kami berharap masyarakat agar kooperatif untuk aktif melaporkan potensi bahaya kelistrikan, terutama saat terjadi force majeure seperti ini," ujar Irham.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Gempa Magnitudo 4,8 Getarkan Pacitan Jatim, Terasa hingga Yogyakarta

Gempa siang hari ini pukul 12:00:47 WIB, Rabu (13/10/2021) menggetarkan wilayah Pacitan, Jawa Timur (Jatim).

Informasi gempa ini dikutip dari akun Twitter resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) @infoBMKG.

Dilaporkan, lindu yang terjadi tersebut berkekuatan magnitudo 4,8 SR dengan kedalaman 55 kilometer.

"Lokasi gempa 78 kilometer barat daya Pacitan, Jatim," tulis @infoBMKG, Rabu (13/10/2021).

Episenter gempa berada pada koordinat titik 8.87 Lintang Selatan (LS) dan 110.97 Bujur Timur (BT).

Getaran gempa ini dirasakan hingga wilayah Yogyakarta. Syarif, salah seorang warga mengaku gempa yang dirasakan tidak terlalu lama.

Namun dia mengaku panik karena sebagian warga yang melintas depan depan pertokoannya berteriak gempa.

"Orang-orang pada teriak. Tadi sempat mau keluar ruangan juga, tapi getarannya tidak terlalu lama," jelas Syarif.