Sukses

Rayakan HUT ke-53, Ketum Kadin Ajak Pengusaha Bangkitkan Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merayakan hari jadi ke-53 tahun hari ini, Jumat (24/9/2021). Acara perayaan ulang tahun yang sederhana di tengah krisis dilakukan di kantor pusat Kadin di Jakarta, yang dihadiri oleh anggota Kadin dari seluruh Indonesia baik offline dan online.

“Saya sebagai ketua umum Kadin Indonesia ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kadin Indonesia yang ke-53 dan ini adalah amanat untuk kita semua,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid.

Menurut Arsjad, pada usia lebih dari setengah abad ini patut kiranya Kadin melakukan perenungan, bagaimana perjalanan panjang agar Kadin menjadi organisasi yang relevan bagi semua pemangku kepentingan yang terkait, yaitu para anggotanya, keluarga besar Kadin-kadin daerah, asosiasi, pemerintah, dunia usaha, pekerja buruh serta masyarakat pada umumnya.

Diumur yang ke-53 tahun ini, Kadin semakin dewasa dan telah mampu memposisikan jati dirinya sebagai organisasi dibidang perekonomian, dan sebagai sarana komunikasi serta konsultasi yang efektif untuk menaungi dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan anggotanya.

“Pada saat yang sama juga sudah berhasil membuktikan dirinya menjadi mitra sejajar dengan Pemerintah yang efektif dalam memberdayakan ekonomi daerah dan pembangunan ekonomi nasional,” ujarnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Tema Ulang Tahun Kadin

Adapun Arsjad menyampaikan, tema ulang tahun Kadin yang ke-53 tahun ini  adalah “Kadin Indonesia rumah kita yang inklusif dan kolaboratif, siap pulihkan kesejahteraan dan bangkitkan ekonomi bersama masyarakat”.

“Tema diatas sejalan dengan Visi misi Kadin ke depan, Kadin adalah rumah kita bersama, rumah kita untuk bertumbuh secara inklusif dan kolaboratif,” ujarnya.

KADIN merupakan pejuang bangsa, karena Kadin menciptakan lapangan pekerjaan. Dimana tanpa lapangan pekerjaan tidak akan bisa mengurangi kemiskinan.

“Jadi dengan pandemi covid-19 yang belum terakhir, tantangan perekonomian kita pada pandemi covid-19 dihadapi dengan koordinasi dan kolaborasi maupun gotong royong. Penanganan kesehatan tetap jadi kunci memulihkan konsumsi masyarakat dan bangkitnya kembali dunia usaha,” pungkasnya.