Sukses

Erick Thohir Ungkap Kontribusi BUMN yang Dapat PMN ke Kas Negara

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengakui, kontribusi BUMN yang mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) ke kas negara tidak begitu besar. Namun, dalam 10 tahun terakhir, BUMN secara keseluruhan memiliki kontribusi besar kepada kas negara yaitu Rp 3.295 triliun.

"Kalau dilihat data data persepsi kadang kadang PMN tidak baik. Jadi kalau dilihat kue dibandingkan PMN sangat kecil 4 persen dibandingkan kontribusinya," kata Erick dalam acara BUMN Sehat dan Kuat, Demi Akselerasi Kebangkitan Ekonomi, Jumat (30/7/2021).

Erick Thohir menjelaskan, kontribusi BUMN yang mendapat PMN ke kas negara masih rendah karena pandemi Covid-19. Sama seperti halnya perusahaan swasta, 90 persen BUMN penurunan kinerja sebagai dampak dari pandemi.

"Jika lihat data saya hanya 4 perusahaan BUMN konsisten stabil dan menuju baik, yakni Telkom, health care, plantation food dan agri. Mayoritas pasti terkena juga tapi dengan efisiensi yang kami lakukan kalau dilihat laporan keuangan PLN, Pertamina, Himbara, Telkom sangat bagus hasilnya," sebutnya.

Kondisi sulit ini, memaksa Mantan Bos Inter Milan tersebut memangkas belanja modal PT PLN (Persero) sebesar 24 persen. Dengan penghematan sebesar Rp24 triliun. "Buku PLN sekarang lebih baik," jelasnya.

Selain itu, Pertamina dengan evisiensi sub holding dilakukannya juga berbuah hasil. Hal ini terbukti Pertamina Kilang saat ini sudah mulai ada provit.

"Tadinya itu cost center, efisiensi saat Covid-19 ini menjadi kunci, karena itu kita transformasikan , gabungkan dan restruktrisiasi ini saat yang tepat, tentu dengan apa? Hope pengembangan akan terjadi, pembukaan lapangan kerja akan terjadi," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Komisi VI DPR Setuju Tambahan PMN BUMN di 2021 Sebesar Rp 33,9 Triliun

Sebelumnya, Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju usulan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengenai tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 33,9 triliun di 2021. Tambahan PMN ini untuk tiga BUMN.

"Komisi VI DPR RI dapat menyetujui usulan tambahan penyertaan modal negara tahun anggaran 2021 sebesar Rp 33,9 triliun," kata Ketua Komisi VI DPR RI, Bima Arya, saat membacakan kesemipulan rapat, Rabu (14/7/2021).

Persetujuan tersebut dilakukan dengan catatan dilakukan secara secara transparan, akuntabel serta dilaporkan secara berkala kepada Komisi VI DPR RI. PMN tambahan untuk 3 BUMN tersebut diharapkan untuk untuk penanganan Covid-19 dan untuk menggerakkan perekonomian nasional.