Bahlil Ingin Indonesia Dikenal Sebagai Negara Industrialis Penghasil Baterai Mobil Listrik

Salah satu visi besar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yaitu mewujudkan transformasi ekonomi, salah satunya melalui hilirisasi industri guna meningkatkan nilai tambah.

Diterbitkan 24 Juni 2021, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta

 

Saksikan Video Ini

Jadi Momentum Bangun Ekosistem Industri Mobil Listrik

Rektor UI Ari Kuncoro berharap kegiatan seminar dan penandatanganan ini menjadi momentum awal kolaborasi antara UI, pemerintah, dan industri dalam rangka membangun ekosistem industri mobil listrik nasional. 
 
"Kerjasama dan kegiatan seminar ini penting untuk memahami pergeseran industri otomotif dunia, dari industri berbasis bahan bakar fosil menjadi industri kendaraan berbahan dasar listrik (electric vehicle/EV)," katanya.  
 
Dalam pengembangan teknologi EV, UI telah memulai pada 2012 dengan diluncurkannya MOLINA-UI (Mobil Listrik Nasional Universitas Indonesia) oleh Fakultas Teknik UI (FTUI) serta pengembangan baterai ion-lithium yang hemat energi oleh Departemen Teknik Metalurgi dan Material FTUI. 
 
Hal ini terus dikembangkan sampai saat ini dengan melakukan riset terkait sistem motor listrik, sistem charging baterai, serta kajian sosial ekonomi terkait perubahan perilaku konsumen otomotif.
 
Adapun industri baterai kendaraan listrik (EV battery) ini merupakan salah satu prioritas pemerintah. Investasi di sektor tersebut diproyeksikan akan menjadikan Indonesia naik kelas dari produsen dan eksportir bahan mentah, menjadi pemain penting pada rantai pasok dunia untuk industri baterai kendaraan listrik.
 
 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6