Sukses

Naik Rp 4.000 per Gram, Cek Harga Emas Antam Hari Ini 17 Mei 2021

Liputan6.com, Jakarta PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali membuka penjualan emas usai libur Lebaran. Harga emas Antam hari ini, naik Rp 4.000 per gram menjadi Rp 937 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam buyback bertambah Rp 5.000 per gram menjadi Rp 842 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 842 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam hari ini bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 9.720.000, dan ukuran 20 gram dijual Rp 18.800.000.

Saat ini, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Antam juga menyediakan emas dalam bentuk lain, seperti koin dinar, dirham maupun emas koleksi lainnya. Hingga pukul 08.40 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Jika menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Daftar Harga Emas Antam:

* Pecahan 0,5 gram Rp 518.500

* Pecahan 1 gram Rp 937.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.814.000

* Pecahan 3 gram Rp 2.696.000

* Pecahan 5 gram Rp 4.460.000

* Pecahan 10 gram Rp 8.865.000

* Pecahan 25 gram Rp 22.037.000

* Pecahan 50 gram Rp 43.995.000

* Pecahan 100 gram Rp 87.912.000

* Pecahan 250 gram Rp 219.515.000

* Pecahan 500 gram Rp 438.820.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 877.600.000.

2 dari 3 halaman

Jalur Gaza Makin Panas, Harga Emas Minggu Ini Berpeluang Naik

Analis masih mengamati level harga emas USD 1.850 dengan cermat karena tekanan inflasi mulai memanas. Namun, prospek ekonomi yang tidak pasti memaksa Federal Reserve untuk tetap bersabar dan mempertahankan kebijakan moneternya yang sangat longgar.

Analis mengatakan bahwa harga emas berada di posisi bagus karena lebih banyak investor mencari lindung nilai inflasi. Minat baru pada emas datang setelah CPI AS tahunan naik 4,2 persen bulan lalu, peningkatan paling signifikan dalam 13 tahun. Sementara itu, Kamis, harga produsen AS naik 6,2 persen untuk tahun ini, rekor kenaikan terbesar.

Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, mengatakan meskipun inflasi naik, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah inflasi akan lebih permanen atau sementara, yang sejalan dengan ekspektasi dari Federal Reserve.

Melek menambahkan, TD saat ini berada di kubu inflasi yang akan bersifat sementara. Dia menjelaskan, meski harga komoditas terus naik, ada cukup kapasitas cadangan dalam ekonomi global untuk mengakomodasi siklus bull-market baru ini.

"Kami pikir Federal Reserve akan cukup nyaman melihat angka inflasi terbaru," katanya seperti dikutip dari Kitco.com,  Senin (16/5/2021).

Dengan inflasi yang meningkat dan bank sentral AS ingin mempertahankan kebijakan moneternya, Melek mengatakan bahwa hanya masalah waktu sebelum harga emas naik di atas USD 1.850 per ounce. Dia menambahkan bahwa jika level harga itu tembus maka target utama berikutnya adalah tertinggi Januari di atas USD 1.900.

Sean Lusk, co-direktur lindung nilai komersial di Walsh Trading, mengatakan bahwa dia bullish pada emas karena inflasi "nyata."

Dia menambahkan bahwa meski ada ancaman bahwa kenaikan inflasi akan mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi karena pedagang berpendapatan tetap mulai mengantisipasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Namun, dia menambahkan, penurunan harga emas karena kenaikan imbal hasil obligasi merupakan peluang pembelian.

"Ketidakpastian berlimpah dan itulah mengapa The Fed akan ragu-ragu untuk mengetatkan kebijakan moneter dan itu akan bagus untuk emas," katanya. "Bahkan jika Fed terlihat terlalu ketat, tidak ada keraguan mereka akan berada di belakang kurva. Suku bunga riil akan tetap berada di wilayah negatif dan itu adalah lingkungan yang baik untuk harga emas," katanya.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Ini