Sukses

Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal II 2021 Diyakini Tembus 7 Persen, Ini Tanda-tandanya

Liputan6.com, Jakarta - Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, mengaku optimis pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 bisa tumbuh dikisaran 7-8 persen. Hal ini tercermin dari beberapa indikator ekonomi yang sudah menunjukan tren pemulihan.

"Kita optimis di sekitar 7-8 persen karena pertama kuartal II-2020 kemarin negatif sangat dalam jadi untuk mencapai itu kita optimis ke sana," ujarnya katanya dalam dialog Kabar Penyerapan Dana PEN 2021, Kamis (6/5).

Dia mengatakan beberapa indikator ekonomi pada Januari-Februari masih ada beberapa yang merah. Namun di Maret sudah mulai hijau. Artinya ini menunjukkan perekonomian Indonesia sudah menunjukkan tren pemulihan sesuai dengan yang diharapkan oleh pemerintah.

"Kita melihat indikator-indikator yang menunjukan pemulihan itu terjadi dan kita konsisten dan men-support pemulihan," jelasnya.

Untuk mencapai pertumbuhan itu, pemerintah juga berupaya untuk mempercepat belanja negara dan dukungan bagi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Adapun hingga akhir April 2021, realisasi PEN mencapai Rp155,63 triliun. Realisasi anggaran ini telah mencapai 22,3 persen dari pagu yang disediakan sebesar Rp699,43 triliun.

"Kita bismillah di kuartal II bisa mencapai itu, waspada tetap terutama pengendalian covid-nya tadi, termasuk kita sendiri mencoba tetap menjaga prokes meski beraktivitas tapi prokes tetap harus dijaga dan hindari hal-hal yang gak penting," jelasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Pemerintah Pede Pertumbuhan Ekonomi Kembali Positif di Kuartal II 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2021 minus 0,74 persen (YoY). Kinerja ekonomi pun dinilai mengindikasikan perbaikan, dan diproyeksikan tumbuh positif pada kuartal II 2021.

"Dengan berbagai langkah kebijakan yang responsif dan antisipatif, serta konsistensi pelaksanaan reformasi struktural, pemerintah meyakini bahwa kinerja pertumbuhan ekonomi diprediksi akan kembali pada zona pertumbuhan positif sejak triwulan II 2021," ungkap Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, dalam keterangannya pada Rabu (5/5/2021).

Optimisme ini terutama dipengaruhi oleh dua faktor, yakni proses pemulihan dan normalisasi ekonomi yang terus berlangsung, serta faktor technical rebound akibat baseline yang relatif rendah saat awal masa pandemi (mulai triwulan II 2020).

"Hal ini akan mendukung pencapaian kinerja ekonomi Indonesia di tahun 2021 yang diprediksi berada pada rentang 4,5 – 5,3 persen," tutur Febrio.

Diungkapkannya, pemerintah secara konsisten terus memperkuat langkah pemulihan ekonomi melalui faktor yang menjadi game changer melalui penanganan pandemi, dukungan kepada sektor riil, dan kebijakan reformasi struktural. Langkah penanganan di bidang kesehatan tetap menjadi prioritas utama untuk mengatasi sumber guncangan.

Hal ini mencakup program vaksinasi gratis bagi sekitar 181,5 juta orang yang diharapkan mampu mencapai herd immunity pada awal 2022. Selain itu, upaya penguatan dan penegakan disiplin protokol kesehatan juga terus dilakukan baik dengan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak), maupun upaya TLI (Tes, Lacak, dan Isolasi) yang komprehensif.

Pemerintah juga terus memberikan survival and recovery kit melalui Program PEN yang secara konsisten mengakselerasi pemulihan ekonomi.

Hingga 30 April 2021, program PEN sudah terealisasi sebesar Rp 155,63 triliun atau 22,3 persen dari pagu anggaran PEN 2021, mencakup program perlindungan sosial sebesar Rp 49,07 triliun atau sekitar 32,7 persen dari pagu. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: