Sukses

Kecepatan Adaptasi Jadi Kunci Bertahan Sektor UMKM

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pelaku usaha UMKM yang berhasil bertranformasi digital mampu bertahan dari dampak pandemi Covid-19. UMKM tersebut juga mampu membantu menahan pelemahan ekonomi nasional. 

"Saya kira yang berhasil ini yang tranformasi digital naik 20 persen," kata Teten dalam talk show bertajuk 'Saatnya Bangkitkan Pariwisata dan UMKM Indonesia', Jakarta, Senin (19/4/2021).

Tingkat adaptasi pelaku usaha dengan keadaan juga menjadi kunci bertahannya sektor UMKM dari pandemi. Tidak sedikit para pelaku usaha yang biasanya menjahit batik untuk pakaian pesta, kini beralih membuat pakaian rumahan. Sebab selama satu tahun terakhir tidak sedikit masyarakat yang bekerja dari rumah.

Begitu juga dengan pelaku usaha makanan yang mengubah bisnisnya menjadi makanan beku. Mereka juga beralih menjual produk di platform e-commerce atau bekerja sama dengan layanan pesan antar makanan.

Digitalisasi pun dianggap sukses membantu para pelaku usaha untuk tetap bertemu dengan pasarnya. Bahkan pelaku usaha makanan dan minuman menjalankan usahanya secara online dan offline.

"Terbukti ada peningkatan tahun 2020, jadi terpaksa mausk ke digital dan itu tenyata berhasil baik yang melakukan layanan secara langsung dengan pembatasan atau masuk ke ruang digital," kata dia.

Cara ini pun kata dia bisa membantu pelaku usaha untuk naik kelas. Sebab secara omset cara ini dianggap telah berhasil.

"Omset ini berhasil dan ini bisa membantu UMKM naik kelas," katanya.

Sisi lain, masih banyak pelaku usaha yang terseok-seok mengejar ketertinggalannya. Terlebih bagi mereka yang sudah berusia di atas 40 tahun. Akselerasi digital harus diakui membuat beberapa pihak harus bekerja lebih keras untuk mempelajarinya.

"Memang ada kendala, pelaku UMKM 40 tahun ke atas agak sulit," kata dia.

Untuk itu, Pemerintah membantu mereka dengan melakukan pendampingan dan memberikan stimulus. Agar pada saatnya nanti sektor UMKM kembali bangkit lagi.

2 dari 3 halaman

BI Minta Perbankan Turunkan Bunga Kredit untuk Dukung UMKM

Sebelumnya, Membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo tengah terus mengimbau penurunan bunga kredit, sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan maksimal.

Memaksimalkan upaya ini, terdapat beragam arahan yang akan diberikan BI khusus meningkatkan kinerja UMKM.

"Pertama kita harus bersinergi bersama-sama mendorong dunia usaha melalui kredit, khususnya kepada UMKM. BI telah menurunkan suku bunga kebijakannya menjadi 3,5 persen terendah sepanjang sejarah. Sudah saat perbankan mengikuti ajakan kami dengan menurunkan suku bunga kredit," kata Perry, secara virtual, Kamis (15/4/2021).

Tak hanya itu, Perry juga berharap bila upaya dan pembinaan pelaku UMKM bisa dilakukan berbagai pihak terkait. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja UMKM lebih maksimal.

"Kami berharap terdapat dorongan dari perbankan untuk dunia usaha, baik dari produksi dan SDM, sehingga UMKM bisa tumbuh berdaya saing," ujarnya.

Selanjutnya Perry juga berharap sistem digitalisasi mampu semakin berkembang, baik dari sisi pembayaran, digitalisasi perbankan hingga digitalisasi UMKM.

"Sehingga UMKM bisa memasarkan produknya melalui platform-platform digital. Insyaallah 12 juta merchantkhususnya UMKM tersambung secara nasional," tuturnya.

Hal terakhir yang ditekankan Perry ialah komitmen dari seluruh pihak untuk mendukung program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

 
3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: