Sukses

Jual 18 Ribu Produk UMKM, BCA Siap Hadirkan Platform E-Commerce

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan menghadirkan platform e-commerce bertajuk BCA UMKM Fest. Lewat platform tersebut, BCA siap memasarkan lebih dari 18 ribu produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Selain melakukan penjualan, Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja juga menyebut, pihaknya akan memberikan pelatihan bagi UMKM agar mampu meningkatkan perjualan dengan sistem digital.

"Bedanya dengan UMKM yang sudah kita adakan, kita mencoba mengangkat UMKM lokal yang mungkin sebagian besar belum piawai mengonboardingkan produk produk mereka di platform e-commerce," ujar dia secara virtual, Kamis (15/4/2021).

Saat ini terdapat lebih dari 1.500 UMKM yang akan mendapatkan peltihan dari pihaknya. Tak hanya itu, sistem pembayaraan saat melakukan pembelian juga akan terintergrasi dengan sistem online.

"Untuk sistem pembayaran sebagian besar bisa menggunakan kartu atau juga online payment BCA. Jadi memang semuanya sudah serba digital," ujar Jahja.

Tak hanya itu, emiten berkode BBCA ini juga menegaskan bila pihaknya ingin mendukung produk-produk dalam negeri agar bisa berkembang hingga ke luar Indonesia.

"Tidak hanya untuk pasar nasional tapi juga terdapat penjual yang siap melakukan ekspor. Untuk itu kami juga sudah memiliki 28 calon pembeli yang terkonfirmasi dari berbagai negara seperti India, Perancis, Italia dan negara lainnya," tuturnya.

Dalam penjelasannya, BCA UMKM Fest merupakan inovasi platform yang akan hadir mulai Jumat, 16 April 2021. Hal ini menjadi komitmen BCA untuk meningkatkan sistem ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

2 dari 3 halaman

Usai Tutup Total, Aktivitas 12 Desa Wisata Binaan BCA Berangsur Pulih

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan, aktivitas wisatawan di 12 desa wisata binaan BCA berangsur pulih usai ditutup total akibat pandemi Virus Corona. Vaksinasi yang gencar dilakukan oleh pemerintah menjadi salah satu faktor pendorong pemulihan kunjungan wisata.

"Selama Covid-19 ini daerah-daerah wisata cukup banyak terkena dampak sehingga denyut ekonomi terutama di daerah pariwisata sangat berkurang," ujar Jahja dalam konferensi pers secara daring, Jakarta, Senin, 12 April 2021.

"Saya pikir dengan mulainya tahap vaksinasi meskipun belum sempurna, kita sudah melihat hasilnya bahkan tadi pagi 12 wisata kita keadaan hampir balik seperti semula," sambungnya.

Jahja mengatakan, saat ini mayoritas kunjungan masih berasal dari dalam negeri. Sementara turis asing masih sangat minim mengingat adanya sejumlah pembatasan mobilitas keluar masuk dari dan ke luar negeri untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Tapi kita tahu wisatawan dari luar negeri masih sulit tetapi kita tak mau berkecil hati, justru kesempatan ini menjadi waktu kita untuk rekonsolidasi mempersiapkan diri sebaik-baiknya agar khususnya desa wisata itu ke depan siap menerima kunjungan turis lokal dan luar negeri," katanya.

Di 33 provinsi tersebar desa wisata yang bisa dikembangkan dan ini, kata Jahja, akan sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab, wisata itu relatif akan mendatangkan devisa terutama wisatawan dari mancanegara.

"Wisatawan mancanegara akan mendatangkan Dollar yang akan bermanfaat bagi ekonomi kita. Disamping itu, tentunya peningkatan income bagi penduduk setempat karena adanya wisatawan domestik," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini