Sukses

Jelang Panen Raya, Mendag Khawatir Harga Cabai Bakal Anjlok

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, harga cabai rawit merah akan turun. Hal ini karena adanya panen raya di sejumlah daerah. Pada Maret ini, harga cabai turun 10 hingga 12 persen.

Namun ternyata, penurunan tersebut membuatnya khawatir. Hal ini karena ada kemungkinan harga cabai akan berada di bawah standar yang ditentukan. 

"Artinya tren penurunan antara 10 hingga 12 persen ini akan terus menjadi penurunan. Dan yang saya takutkan ketika hadapi bulan puasa dan Idul Fitri malah terjadi cabai panen raya besar dan harganya di bawah standar yang kita tentukan," ujarnya, Jakarta, Senin (15/3/2021).

Adapun panen akan terjadi di sentra-sentra pertanian cabai merah, seperti sentra Jawa Timur yang luasnya 9.400 hektare (ha), di Blitar 2.800 ha, di Kediri 1.800 ha. Kemudian Malang 1.800. Selain itu di Jawa Barat 2.000 ha seperti di Garut 500 ha. Ada juga Jawa Tengah di Magelang 2.000 ha.

Selama beberapa bulan ini harga cabai mengalami kenaikan drastis, kata Lutfi, karena adanya gagal panen. Misalnya, Tuban, Kediri dan Blitar kurang lebih mengalami kerusakan panen hingga 40 persen sementara di Sulawesi Selatan rusak sampai 70 persen.

"Di Tuban, Kediri dan Blitar, Jawa TImur terjadi kerusakan panen kurang lebih 40 persen. Di Wajo, Sulawesi Selatan terjadi kerusakan kurang lebih 70 persen. Karena itu harga daripada cabai merah besar, cabai keriting, cabai rawit merah terjadi kenaikan harga yang stabil, tapi tinggi," katanya.

Berdasarkan pemantauan harga oleh Kementerian Perdagangan, harga cabai rawit merah per 12 Maret 2021 sebesar Rp 96.247 per kilogram (kg), naik 22,48 persen dibandingkan per 11 Februari 2021 sebesar Rp 74.607 per kg. Namun jika dibandingkan dengan tren harian, harga cabai rawit merah diklaim sudah turun. Pada 10 Maret 2021, harga cabai rawit merah sebesar Rp 96.717 per kg.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Harga Cabai di Bandung setara Daging Sapi, Sentuh Rp 120 Ribu per Kg

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung menyebutkan sejumlah harga jual komoditas merangkak naik satu bulan menjelang bulan Ramadan. Kenaikan harga komoditas yang naik signifikan yaitu jenis cabai rawit, cabai merah tanjung dan cabai merah keriting.

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah menjelaskan, harga jual cabai rawit kini hampir setara dengan harga jual daging sapi yaitu dijual Rp 110 ribu - Rp 120 ribu per kilogram. Sementara harga cabai merah tanjung dijual Rp 55 ribu per kilogram dan cabai merah keriting dijual Rp 57.500 per kilogram.

“Yang pertama adalah cuaca gitu ya yang memang musim penghujan sehingga menyebabkan gagal panen dan juga ada serangan hama di daerah produsen. Nah yang kedua adalah adanya telat menanam sehingga efeknya adalah telat panen. Nah ini diperkirakan panen di daerah produsen cabai ini di akhir Maret atau awal April dari panen raya,” ujar Elly kepada Liputan6.com, Bandung, Senin, (15/3/2021).

Elly berharap dengan adanya perkiraan masa panen raya cabai mendatang, dapat menurunkan harga jual sebelum bulan Ramadan. Selain harga cabai, Elly menambahkan terdapat pula kenaikan harga jual untuk komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras, gula pasir serta minyak goreng curah.

Elly merinci untuk harga eceran tertinggi (het) telur ayam ras Rp24 ribu naik menjadi Rp24.400 per kilogram. Sementara het daging ayam ras Rp35 ribu menjadi Rp36 ribu per kilogram.

“Untuk gula pasir, het Rp12.500 dijual dipasaran menjadi Rp13.250 per kilogram. Sedangkan minyak goreng curah het Rp11 ribu menjadi Rp13 ribu,” kata Elly.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: