Sukses

Penuhi Kebutuhan Ramadan, AGRI Jamin Stok Gula Rafinasi untuk Industri Aman

Liputan6.com, Jakarta - Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) memastikan pasokan gula rafinasi untuk kebutuhan industri mencukupi. Dengan demikian, industri tak perlu khawatir kekurangan pasokan gula, khususnya untuk persiapan Ramadan dan Lebaran 2021.

Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Benardi Dharmawan mengatakan, sejak izin impor diterbitkan, para importir yang tergabung dalam AGRI yang bergerak cepat merealisasikan pengadaan gula rafinasi untuk kebutuhan industri tersebut.

"Sejauh ini aman ya, karena memang semenjak izin impor diberikan semua sudah produksi dan distribusi. Karena ini juga kita kejar buat kebutuhan Ramadan kan," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (13/2/2021).

Desember sudah dikasih, jadi Januari minggu kedua importasi Raw Sugar sudah mulai masuk. Izin yang diberikan itu semester I ada 1,9 juta ton," tuturnya.

Dia juga menjamin pasokan gula rafinasi hingga akhir tahun 2021 sudah aman. Apabila pelaku industri makanan dan minuman yang mengaku kesulitan memperoleh pasokan bahan baku gula rafinasi, mereka bisa menghubungi AGRI dan pihaknya akan bantu agar anggota AGRI dapat memenuhi kebutuhan industri tersebut.

Benardi mengungkapkan industri gula rafinasi hingga saat ini terus melakukan proses produksi dan mendistribusikan gula rafinasinya ke industri makanan dan minuman. Bernardi juga membantah jika saat ini industri makanan dan minuman tengah kekurangan stok gula tersebut.

"Untuk sekarang tidak (stok tidak kekurangan). Kita sedang gencar-gencarnya produksi sebagai antisipasi untuk mengakomodir kebutuhan makanan dan minuman jelang Ramadan dan Lebaran, yang biasanya mengalami lonjakan permintaan. Jadi sampai sejauh ini kita punya costumer industri makanan dan minuman tidak ada keluhan (kekurangan stok gula rafinasi)," jelas dia.

Benardi menjelaskan, untuk semester I 2021 ini, industri gula rafinasi mendapatkan izin impor raw sugar sebesar 1,9 juta ton untuk diolah menjadi gula rafinasi. Ini dinilai cukup untuk mencukupi kebutuhan industri saat Ramadan dan Lebaran.

"Untuk Ramadan kita siapkan 1 jutaan ton (gula rafinasi). Itu sampai Mei 2021, sampai hari raya," terangnya.

 

2 dari 3 halaman

Ada Rafinasi, Harga Gula Dipastikan Segera Turun

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, pastikan harga gula akan turun dalam waktu beberapa hari ke depan, dengan cara penugasan gula rafinasi yang jumlahnya sekitar 160 ribu ton.

“Bahwa harga gula turun dalam beberapa hari ke depan dengan pendistribusian dengan mata rantai yang terlalu panjang, jadi hal-hal tersebut sudah kita sepakati bersama produsen, distributor, dan tim-tim monitoring ini untuk memantau apa yang sudah disepakati,” kata Agus dalam keterangannya, di Kementerian Perdagangan , Selasa (28/4/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk segera menurunkan harga gula yang saat ini masih dirasakan tinggi di lapangan.

“Beberapa penugasan termasuk impor yang diberikan kepada beberapa perusahaan swasta nasional juga penugasan terhadap beberapa BUMN  memerlukan beberapa waktu, sehingga mau tidak mau yang paling cepat adalah memberikan penugasan kepada produsen rafinasi untuk bisa mengisi kekurangan tersebut untuk disalurkan ke masyarakat,” jelasnya.

Lanjut Sigit, dari beberapa evaluasi yang dilakukan terjadi perbedaan harga yang masih cukup tinggi, antara distribusi yang dilaksanakan oleh ritel modern dengan distribusi yang masuk ke pasar tradisional.

Di mana di ritel modern harga bisa sesuai dengan harapan yakni Rp 12.500 per kg, sedangkan di pasar tradisional dirinya melihat masih ada perbedaan harga.

“Ada beberapa lompatan dari distributor, mulai dari satu sampai distributor empat sampai agen  harus kita pangkas, bahwa disepakati sisa penugasan gula rafinasi  jumlahnya yang masih 160 ribu ton lebih itu akan disalurkan melalui ritel modern, sehingga harga di pasar bisa sesuai dengan HET sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga sesuai HET,” jelas Sigit.

Kendati memperhatikan pasokan ke ritel modern, Sigit juga tidak melupakan pasar tradisional sehingga tentunya akan ada  pengaturan-pengaturan untuk pasar tradisonal, produk gula rafinasi juga akan tetap di pasarkan di pasar tradisional.

“Sehingga kemudian ketika sama-sama kita keroyok, kita harapkan harga gula bisa kembali normal,” tutup Sigit.    

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: