Sukses

Jualan Online jadi Cara Pelaku Usaha Fesyen Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Celana jeans menjadi salah satu barang fesyen yang tak lekang oleh waktu. Pasalnya, celana ini bisa dipakai untuk segala kegiatan. Dipadupadankan dengan gaya apapun, jeans memang yang paling cocok disandingkan dengan berbagai tampilan. Tak dipungkiri lagi jeans memang diminati dari semua kalangan umur.

Untuk membeli jeans yang berkualitas di masa pandemi, kini tidak perlu repot-repot lagi harus keluar rumah. Kini masyarakat bisa membeli jeans secara online tanpa takut kualitas barangnya tidak sesuai.

Hal tersebut dilakukan oleh salah satu merek fesyen Papperdine Jeans yang menjawab kekhawatiran masyarakat, bahwa produk jeans berkualitas juga bisa didapat melalui marketplace online.

"Karena Papperdine Jeans melakukan produksi secara mandiri, kualitas produk sangat diperhatikan dan banyak jalur distribusi yang dapat dipangkas, sehingga penghematan ini dapat dinikmati sepenuhnya untuk para pembeli lewat harga yang rendah.,” kata Direktur Papperdine Jeans Andrel Sutanto di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Papperdine Jeans merupakan merek fesyen yang telah berdiri sejak tahun 2010. Brand ini merupakan pelopor dari Selvedge Accent Jeans yang kini menjadi tren dan sangat diminati masyarakat.

Pada 2019, brand ini semakin berkembang dan memperluas pasarnya dengan fokus berjualan di marketplace online. Terutama semenjak pandemi ini, Papperdine Jeans sadar pentingnya nilai uang, sehingga brand ini memastikan bahwa pada setiap penjualan pembeli akan mendapatkan produk yang sesuai, berkualitas, dan tidak mahal.

Untuk produknya sendiri, diantaranya tersedia berbagai jenis celana jeans, celana chinos, t-shirt, dan juga jaket denim. Semua produk dari brand ini juga diproduksi langsung dari pabrik Papperdine Jeans sendiri.

Range harga produknya sendiri pun dibandrol mulai dari Rp 59 ribu-Rp400 ribu. Semua produk Papperdine Jeans sangat cocok untuk berbagai aktifitas dan untuk semua kalangan umur.

“Kami berharap dengan adanya Papperdine Jeans mampu menciptakan mindset bahwa produk lokal juga bisa memberikan kualitas yang terbaik. Kami juga tidak berhenti berkreasi dan berinovasi untuk terus mengeluarkan produk baru dengan berbagai model yang terbaru kedepannya,” pungkas Andrel.

2 dari 4 halaman

Riset: Penjualan E-Commerce Selama Pandemi Didominasi Produk Fesyen

Hasil riset MarkPlus mengenai e-commerce di Indonesia di masa pandemi covid-19  mendapat kesimpulan bahwa produk yang paling banyak dibeli oleh konsumen selama kuartal III 2020 adalah produk pakaian atau fesyen.

Dilihat dari data persentase penjualan dalam berbagai kategori yang paling sering dibeli oleh konsumen di e-commerce untuk produk fesyen atau pakaian di Shopee sebesar 59 persen, Tokopedia 33 persen, Bukalapak 26 persen, Lazada 40 persen, JD.ID 31 persen, dan Blibli 28 persen.

Head of High Tech, Property & Consumer Goods Industry MarkPlus Rhesa Dwi Prabowo mengatakan, untuk produk perawatan dan kecantikan di Shopee sebesar 54 persen, Tokopedia 29 persen, Bukalapak 25 persen, Lazada 34 persen, JD.ID 36 persen, dan Blibli 29 persen. Lalu untuk produk digital di Shopee 54 persen, Tokopedia 51 persen, Bukalapak 50 persen, Lazada 24 persen, JD.ID 41 persen, dan Blibli 35 persen.

"Untuk produk Aksesoris Fashion seperti tas, sepatu, jam, dan lainnya di Shopee sebesar 48 persen, Tokopedia 30 persen, Bukalapak 30 persen, Lazada 42 persen, JD.ID 33 persen, dan Blibli 28 persen," kata Rhesa dalam konferensi pers Riset E-Commerce MarkPlus, Inc. Kuartal III, Kamis (17/9) 2020.

Selain itu, Rhesa menambahkan terkait aktivitas kampanye di kuartal III juga berkorelasi erat dengan promosi dari tiap e-commerce mulai dari potongan harga, cashback, sampai gratis ongkir.

Dalam kategori aktivitas kampanye ini, Shopee 9.9 Super Shopping Day 95 persen menjadi kampanye paling dikenal masyarakat Indonesia, di atas kampanye Waktu Indonesia Belanja Tokopedia 71 persen, Lazada 9.9 Big Sale 64 persen, JD.id 99 9REAT SALE 24 persen, Blibli Belanja Seru 22 persen, serta Bukalapak Borong Ekstra dan Bazar Heboh 20 persen.

Kata Rhesa, berbagai penawaran dan kenyamanan pengalaman berbelanja online yang ditawarkan mempengaruhi keputusan penggunaan dan kesetiaan masyarakat Indonesia dalam memilih destinasi belanja online ke depannya.

Pilihan masyarakat Indonesia jatuh kepada Shopee 77 persen, diikuti Tokopedia 64 persen, Lazada 40 persen, Bukalapak 32 persen, JD.id 27 persen, serta Blibli 23 persen.

"Kami melihat inisiatif seperti kolaborasi serta penawaran yang atraktif untuk mendorong roda ekonomi dapat mendukung pemenuhan kehidupan masyarakat di tengah kondisi pandemi selama kuartal ketiga,” ujarnya.

Demikian dengan adanya alternatif dan solusi yang ditawarkan oleh para brand e-commerce, dirinya yakin penggunaan e-commerce di masa yang akan datang, yakni kuartal empat tahun ini, akan semakin tinggi. 

3 dari 4 halaman

Infografis Protokol Kesehatan

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: