Sukses

Jumlah Kelas Menengah Indonesia Bakal Lampaui Penduduk Korsel

Liputan6.com, Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir percaya perekonomian di Indonesia dapat pulih usai pandemi Covid-19. Hal tersebut diyakininya lantaran Indonesia punya modal jumlah penduduk kelas menengah yang terus bertumbuh.

"Kalau dilihat Indonesia punya pangsa pasar yang besar. Kalau dilihat secara data demografi jumlah middle income class terus tumbuh dari 7 persen ke 20 persen," kata Erick Thohir dalam sesi webinar, Rabu (16/9/2020).

Menurut perhitungannya, ada sekitar 52 juta penduduk dari total 273 penduduk Indonesia yang duduk di posisi kelas menengah. Jumlah tersebut bahkan hampir menyamai total populasi di negara besar seperti Korea Selatan (Korsel).

"Dibandingkan negara negara lain, penduduk Korsel itu 55 juta, jadi hampir sama. Afrika Selatan ada 56 juta, dan Spanyol 46 juta," sebutnya.

Di masa depan, ia bahkan percaya jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia dapat melampaui total populasi di Korea Selatan, yakni hingga 90 juta jiwa.

"Kalau total penduduk 273 juta lalu middle income bisa growth sepertiganya, itu kurang lebih 90 juta. Berarti kita punya market yang potensi besar, bahkan lebih besar dari beberapa negara yang terus berkembang menajdi negara besar," tuturnya.

Erick menyebutkan, Indonesia juga memiliki beberapa modal besar lainnya untuk jadi negara menengah atas. Seperti angka kemiskinan yang terus menurun hingga berkah sumber daya alam melimpah.

"Kita lihat gini rasio kemiskisnan menurun, ini hal yang positif. Tidak kalah penting juga indo diberikan alam yang luar biasa oleh Allah swt. Apakah itu dari sumber daya alam pertambangan, sumber daya alam maritim, ataupun sumber daya alam agro, perkebunan, pertanian, dan lain-lain," ujar Erick Thohir.

2 dari 2 halaman

Janji Erick Thohir: Investor Tak Perlu Pusing Soal Pembebasan Lahan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pemerintah fokus memperbaiki dan membangun ekosistem yang baik untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke dalam negeri. Salah satunya pembebasan lahan yang kerap kali dikeluhkan oleh investor, tidak lagi menjadi beban.

"Jadi kita bisa bersaing dengan negara lain, para investor asing dan lokal yang ingin masuk sudah tidak perlu lagi pusing membebaskan tanah. Karena tanahnya sudah tersedia, dan langsung diurus BKPM dan sudah disiapkan," ujar Erick Thohir dalam diskusi daring, Jakarta, Rabu (16/9/2020).

Erick Thohir mencontohkan, dukungan pemerintah dalam menarik investasi tersebut terlihat dari masifnya pembangunan kawasan investasi di Batang, Jawa Tengah. Kawasan ini memiliki lahan seluas 4.000 ha dihubungkan langsung dengan infrastruktur pendukung seperti jalan, listrik dan sumber air.

"Suplai chain dilakukan tapi kita tidak mau jadi menara gading, tetap kita bangun ekosistem yang baik dengan swasta, karena itu dalam penugasan kita banyak juga mendukung program yang harus dilakukan pembangunan kawasan industri Batang. Di mana lahannya 4000 lebih sudah langsung sambungkan dengan infra pendukung seperti jalan, listrik dan air," jelasnya.

Erick Thohir menambahkan, perbaikan-perbaikan yang dilakukan pemerintah tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga menjamin masuknya investasi jangka panjang terutama dalam masa pandemi saat ini.

"Nah ini yang meyakinkan kita dan informasi yang saya dapatkan dari kepala BKPM beberapa investor siap realoaksikan pabriknya ke Indonesia," tandasnya.