Sukses

Dirut PLN Angkat Bicara Soal Lonjakan Tagihan Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero), Zulkifli Zaini angkat suara terkait banyaknya pengaduan masyarakat terhadap lonjakan tarif listrik selama pandemi Covid-19. Menurutnya kenaikan tarif tagihan listrik tersebut disebabkan dari penggunaan masyarakat itu sendiri.

"Jadi, dari sisi tarif itu gak ada perubahan. Kalau ada kenaikan dari sisi tagihan itu asalnya dari penggunaan," kata dia di ruang rapat Komisi VI DPR RI, Jakarta, Kamis (25/6).

Dia mengklaim tarif listrik sendiri tidak ada perubahan atau naik sejak Januari 2017. Lonjakan tarif tersebut terjadi lantaran hitungannya berasal dari dua komponen di mana tarif listrik dikalikan dengan penggunaan listrik.

Sebagai solusinya Perseroan juga akan melakukan digitalisasi KWh meternya. Kemudian yang kedua perusahaan akan membangun new PLN mobile sebagai one stop service dari digital platform ini.

"Satu bulan kedepan, kita bisa pakai handphone ini dengan aplikasi disitu dimana kita bisa mengirimkan tagihan pencatatan meter di rumah ke PLN untuk masuk ke sistem kami, inilah inovasinya. Tapi tentu gak itu aja. Keluhan ini kami tangani juga dengan aplikasi ini besok," tandas dia.

2 dari 3 halaman

Dikeluhkan Pelanggan

Sebelumnya, sebanyak 14.991 pelanggan di Jawa Timur atau Jatim mendatangi sejumlah kantor PLN di wilayah setempat untuk mengadu terkait lonjakan listrik yang diakibatkan pandemi Covid-19, jumlah itu dari total sebanyak 27.742 pengaduan yang diterima PLN dari tanggal 1-22 Juni 2020

Senior Manager General Affairs PLN UID Jatim, A Rasyid Naja mengatakan, upaya tanggap PLN UID Jatim melayani pengaduan pelanggan terkait kenaikan tagihan listrik dilakukan dengan dua cara, pertama melalui WhatsApp Hotline Center, Contact Center 123, callback pelanggan, dan kedua penyiagaan petugas untuk menyambut pelanggan datang ke kantor secara langsung.

"Rata-rata, cara pelanggan mengadu terkait kenaikan tagihan listriknya terbanyak dengan datang ke kantor PLN, yakni sebesar 14.991 pengaduan, dari total 27.742 pengaduan yang kami terima," kata Rasyid dikutip dari Antara, Selasa (23/6).

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: