Sukses

Akui Positif Corona, Miliarder Ceko Jalankan Bisnis via Telepon Selama 12 Jam saat Isolasi

Liputan6.com, Jakarta Salah satu orang terkaya atau miliarder dunia, asal Cekoslowakia, Daniel Kretinsky mengumumkan jika dirinya positif Virus Corona sejak 12 Maret lalu. Dia pun mengaku telah mengisolasi diri sejak saat itu.

Melansir dari laman Bloomberg, Selasa, (31/3/2020), miliarder pemilik EPH Energi Republik Ceko, ini mengaku menjalankan bisnis secara remote atau dari jarak jauh. 

Dia menghabiskan 12 jam sehari di telepon untuk menjalankan bisnisnya. Dia mengaku selama ini tidak mengalami gejala apa pun, seperti demam atau batuk, dan hanya pilek.

Tak hanya membeberkan kondisinya, miliarder tersebut membeberkan situasi perusahaan-perusahaan energi yang ikut terimbas pandemi Virus Corona.

Namun dikatakan bila pukulannya tidak sekeras yang menghantam bisnis media, terutama segmen cetak, yang berada dalam posisi lebih rumit karena kurangnya pendapatan dari iklan.

"Industri energi adalah kunci bagi kami, tetapi peluang untuk pertumbuhannya terbatas," kata Kretinsky.

Kretinsky mengubah EPH dari perusahaan kecil di Ceko menjadi salah satu perusahaan listrik terbesar di Eropa Tengah dalam sekitar satu dekade.

Blok ini memiliki pendapatan € 7 miliar pada 2018 dan memiliki aset senilai € 13,3 miliar ( USD 14,7 miliar ), yang tersebar di Republik Ceko, Slovakia, Jerman, Italia, Inggris, Hongaria, dan Polandia.

Investasi media miliarder itu termasuk saham di surat kabar Prancis Le Monde dan perusahaan hiburan Jerman ProSiebenSat.1 Media SE serta beberapa publikasi berita Ceko.

2 dari 2 halaman

Miliarder Afrika Selatan Sisihkan Harta Ratusan Miliar Rupiah untuk Perangi Virus Corona

Di tengah merebaknya Pandemi Virus Corona atau Covid-19, banyak yang tidak ingin diam saja. Apalagi, wabah ini sudah melanda hampir seluruh negara di dunia.

Di saat ini sikap kedermawanan diuji, terutama oleh para orang terkaya dunia. Sisihan harta kali ini diberikan miliarder asal Afrika. 

Dia adalah Patrice Motsepe, miliarder asal Afrika Selatan yang mengumumkan melalui kelompok perusahaannya akan menyumbangkan 1 miliar rand (USD 57 juta) setara Rp 912 miliar untuk membantu memerangi wabah virus corona covid-19 di negaranya.

Melansir dari laman bloomberg, Senin (30/3/2020), sebelumnya pada pekan lalu, dua keluarga terkaya di Afrika Selatan, Nicky Oppenheimer dan Johann Rupert, mengatakan bahwa masing-masing juga menyumbangkan 1 miliar rand (USD 57 juta).

Menurut data pemerintah setempat, satu orang telah dinyatakan meninggal karena virus covid-19 di Afrika Selatan, di mana lebih dari 1.100 orang telah terinfeksi.