Sukses

Harapan Pekerja dan Petugas Kebersihan di RS Darurat Corona Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Wisma Atlet Kemayoran mulai hari ini akan resmi dioperasikan sebagai Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan Covid-19 bagi para pasien positif virus corona. Tempat ini telah dipersiapkan khusus sejak Kamis (19/3/2020) kemarin.

Sebanyak empat tower di Wisma Atlet Kemayoran yakni tower 1, 3, 6, dan 7 akan siap menampung para penderita corona dengan kapasitas mencapai 22 ribu orang.

Pembangunan RS darurat corona ini tentunya tak lepas dari peran vital sejumlah pekerja, yang mampu menyulapnya dalam kurun waktu hanya 4 hari saja. Mereka lantas menaruh harapan agar buah kerjanya bisa bermanfaat dalam upaya pemberantasan pandemi tersebut.

Salah seorang pekerja bernama Nadhor mengatakan, tak pernah terbersit sedikit pun dipikirannya bahwa dirinya bersama ratusan pekerja lainnya bisa ikut membangun RS tersebut. Mereka sehari-hari bekerja di lapangan sesuai arahan mandor.

"Alhamdulillah akhirnya selesai semua pekerjaannya di sini," ujar Nadhor dalam sebuah pesan tertulis, Senin (23/3/2020).

Hal senada dikatakan oleh Mulyadi, pekerja asal Purwodadi, Jawa Tengah yang ikut mengerjakan proyek pembangunan RS tersebut. Dirinya mengatakan ikut senang dan bangga bisa membantu pemerintah dalam penanganan virus corona meskipun hanya sebagai pekerja bangunan.

"Saya merasa senang dan bangga bisa ikut membantu pembangunan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta ini. Semoga RS ini bermanfaat buat orang banyak," ungkap dia.

2 dari 3 halaman

Kata Petugas Kebersihan

Meskipun bekerja di bawah bayang-bayang penyebaran virus corona, Mulyadi mengaku tetap bertugas mengikuti arahan dari atasannya untuk segera menyelesaikan RS Darurat Covid-19 dalam waktu 4 hari

"Saya dan teman-teman sudah pasrah sama takdir dan ketentuan dari Allah. Yang penting pekerjaan selesai dan semoga bermanfaat bagi para pasien yang dirawat di sini," kata dia.

Sementara itu, salah seorang petugas kebersihan bernama Mega melaporkan, dirinya bekerja dalam sistem shift 8 jam sehari untuk bisa menyelesaikan rumah sakit tersebut. Dia menyatakan, petugas kebersihan akan selalu siaga guna memastikan tempat itu aman dari virus corona.

"Setiap ruangan yang ada harus selalu bersih. Jadi kalau bersih pasiennya juga senang dan bisa lekas sehat kembali," ujar Mega.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: