Sukses

Sejumlah Saham Perbankan yang Ditutup Menguat Pekan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan yang cukup dalam selama pekan ini. Saham-saham blue chip pun juga mengalami tekanan yang cukup dalam.

Pergerakan IHSG mengalami penurunan sebesar 10,75 persen dalam sepekan ini. IHSG diakhir pekan ini berada di posisi 4.907,571, sedangkan di akhir pekan lalu berada di posisi 5.498,540.

Nilai kapitalisasi pasar selama sepekan ini mengalami penurunan sebesar 10,68 persen menjadi Rp 5.678,27 triliun dari Rp 6.356,91 triliun pada pekan sebelumnya.

Di saat IHSG tengah terpuruk, beberapa saham blue chip ternyata mampu menutup perdagangan pada Jumat lalu di zona positif. beberapa diantaranya adalah saham-saham blue chip di sektor perbankan.

dikutip dari data RTI, Minggu (15/3/2020), berikut beberapa saham blue chip sektor perbankan yang mampu ditutup menghijau:

BBCA. Saham PT Bank Sentral Asia Tbk (BBCA) pada Jumat lalu ditutup dengan naik 1,80 persen ke level Rp 28.300 per lembar saham.

BBNI. Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada Jumat lalu ditutup naik 3,48 persen ke level Rp 5.200 per lembar saham.

BBRI. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada Jumat lalu ditutup naik 3,05 persen ke level Rp 3.710 per lembar saham.

 

2 dari 2 halaman

IHSG Akhirnya Ditutup Menguat ke 4.907,57

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menghijau pada perdagangan saham Jumat ini. Pada awal perdagangan IHSG memerahdan bahkan perdagangan sempat dihentikan karena penurunannya menyentuh 5 persen.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (13/3/2020), IHSG ditutup menguat 11,82 poin atau 0,24 persen ke posisi 4.907,57. Sementara itu, indeks saham LQ45 menguat 0,99 persen ke posisi 777,26.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.937,99 dan terendah 4.639,91.

Sebanyak 132 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 283 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. Di luar itu, 105 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 472.154 kali dengan volume perdagangan 7,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 8,9 triliun.

Investor asing jual saham Rp 577 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.770.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya ada mepat sektor yang menghijau. Keempat sektor tersebut adalah barang konsumsi yang naik 0,74 persen, Infrastruktur yang menguat 1,41 persen, keuangan yang melonjak 1,10 persen dan perdagangan yang naik 0,24 persen.

Saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain CARE naik 34,95 persen ke Rp 139 per saham, AMAN naik 34,55 persen ke Rp 148 per saham dan OCAP naik 32,38 persen ke Rp 139 per saham.

Saham-saham yang melemah diantaranya BBMD yang turun 7 persen ke Rp 1.860 per lembar saham, KINO melemah 7 persen ke Rp 2.790 per lembar saham dan XIJI turun 6,99 persen ke Rp 492 per lembar saham.

Loading
Artikel Selanjutnya
Stimulus Fiskal Bakal Sia-Sia, Pemerintah Seharusnya Terapkan Lockdown
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani Jalani Tes Kesehatan untuk Cegah Risiko Penularan Virus Corona