Sukses

Meski Rugi, PLN Tetap Padamkan Gardu sampai Banjir Surut

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini menyatakan, PLN mengalami kerugian akibat pemadaman sejumlah gardu distribusi listrik di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Namun, PLN tetap belum akan menyalakan gardu-gardu tersebut hingga banjir surut dan kondisi kembali aman.

"Tadi saya sampaikan kalau listrik dipadamkan sudah barang tentu pendapatan PLN berkurang. Jadi kita semua ingin segera mungkin menyalakan kembali listrik di tempat-tempar yang saat ini padam," ujar dia di Kantor PLN Unit Distribusi Jakarta Raya, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Sebagai catatan, PLN saat ini masih menonaktifkan sekitar 1.564 gardu distribusi listrik di kawasan Jakarta dan sekitarnya. Mulanya, ada sebanyak 2.229 gardu distribusi yang tak difungsikan, dimana 638 unit sudah berfungsi normal dan 1.564 unit lainnya masih padam.

"Kami tidak akan menyalakan listrik pada lokasi yang saat ini padam sebelum kami survei dan meyakinkan di lapangan bahwa daerah itu sudah aman," tegas Zulkifli.

Saat ditanya berapa nominal kerugian yang PLN derita akibat pemadaman ini, Zulkifli belum bisa banyak bicara. "Nanti kita hitung dulu. Kita kan enggak ngitung pendapatan per jam berapa," ucap dia.

Adapun secara lokasi pemadaman gardu, ia menyebutkan posisinya tersebar di sejumlah titik di DKI Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat (Jabar).

"Itu di tiga tempat, Jakarta, Banten, Jabar. Jabar itu termasuk Bekasi, Karawang, bukan di daerah lain. Tapi lokasinya ada di sekitar DKI Jakarta, Banten dan Jabar," tukas dia.

2 dari 3 halaman

Banjir Jakarta Hari Ini Jadi Sorotan Media Asing

Banjir yang melanda Jakarta hari ini, 25 Oktober 2020 menjadi sorotan media internasional. Pasalnya, banjir besar baru saja melanda Jakarta pada beberapa waktu lalu, tepatnya saat tahun baru 2020. Namun, kini banjir kembali menggenang lantaran hujan yang tak kunjung berhenti sejak semalam. 

Banjir dalam waktu berdekatan ini yang jadi sorotan sejumlah media asing.

Media asing asal Singapura, Straits Times dan Channel News Asia menyoroti bencana banjir yang sedang menghadang Jakarta. Mulai dari pemadaman listrik massal hingga proses penyelamatan para korban banjir. 

Channel News Asia menuliskan dengan judul "Torrential rains flood Indonesia capital, power supplies cut". Artikel tersebut menyorot soal pemadaman serentak yang dilakukan seiringan dengan banjir yang melanda. 

"Hujan deras membawa banjir ke ibu kota Indonesia pada Selasa (25 Februari), melumpuhkan sebagian besar kota karena pekerja penyelamat menggunakan perahu untuk menavigasi jalan-jalan yang berubah menjadi jalur air berwarna cokelat yang suram untuk menyelamatkan orang-orang," tulis Strait Times dalam artikelnya berjudul "Indonesia’s capital hit by serious flooding for second time this year".

Media lainnya yang juga berasal dari negeri tetangga, Malaysia, menuliskan artikelnya berjudul "Floods hit Jakarta creating chaos for commuters"

"Penduduk Jakarta sekali lagi terbangun oleh banjir yang meluas pada hari Selasa (25 Februari) setelah hujan lebat di ibu kota dan daerah sekitarnya pada malam hari. Banjir ringan hingga parah di Jabodetabek telah melumpuhkan lalu lintas di beberapa jalan utama dan mengganggu sejumlah layanan transportasi umum," tulis media The Star. 

Media bisnis asal Amerika Serikat, Bloomberg menyoroti kejadian ini dalam artikelnya yang bertajuk "Jakarta Hit by Flooding as Cyclones Trigger Heavy Rainfall."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading