Sukses

Pemerintah Bakal Tambah Bantuan Modal Bagi UMKM hingga Rp 10 Juta

Saat ini masih ada gap dirasakan para pengusaha UMKM terkait dengan permodalan.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah serius mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya dari segi struktur ekosistemnya.

Menurut Airlangga, hasil pembahasan dari rapat terbatas (Ratas), pemerintah ingin membuat sebuah kebijakan untuk mengembangkan UMKM.

"Arahan bapak presiden kan kita menaikkan plafon dari UMKM yang selama ini oleh PNM atau bank wakaf mikro, plafonnya sekitar tiga juta yang mereka diberikan gran atau bantuan ini kita tingkatkan Rp 10 juta," kata Airlangga di Istana Wakil Presiden usai menemui Wapres Ma'ruf Amin, Kamis (6/2/2020).

Peningkatan gran lebih dari tiga kali lipat, lanjut Airlangga, diharapkan presiden agar pembiayaannya tahap berikutnya bisa dibiayai oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kemudian dilanjutkan oleh kredit komersial sehingga tidak ada lagi gap (jarak).

Airlangga mengatakan, saat ini masih ada gap dirasakan para pengusaha UMKM. Karenanya dengan ditingkatkannya bantuan hingga Rp 10 juta, tidak ada lagi gap antara mereka.

"Dari Kementerian Keuangan nanti akan mendorong lembaga yang akan mendorong pendanaan ini, salah satunya Permodalam Nasional Madani (PNM) tadi dikajigimana ditingkatkan bisa naik jadi Rp 10 juta," lanjut Airlangga.

Airlangga menyatakan pemerintah di tahun 2024 bantuan bisa menjadi Rp 30 juta. Karenanya dengan menyambangi Wapres Ma'ruf hari ini, dia berusaha menyiapkan roadmapnya.

"Jadi semua tengah kita siapkan," Airlangga menandasi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

BEI Ajak UKM Cari Pendanaan di Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk berkembang dan meraih pendanaan di pasar modal. Salah satunya melalui fasilitas IDX Incubator yang telah didirikan sejak April 2017.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjanjikan bahwa pelaku UKM juga dapat tumbuh berkembang di pasar saham.

"Kita sudah memperlihatkan pada masysarakat Indonesia, bursa bukan hanya tempat perusahaan besar tumbuh. Kita menyediakan kesempatan yang sama, ini rumah untuk bisa tumbuh bersama sama dengan investor," ujar dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Nyoman menyebutkan, BEI telah menyediakan IDX Incubator guna mendukubg perusahaan startup berbasis teknologi untuk membangun bisnis melalui program mentoring, pelatihan, dan akses kepada investor maupun perusahaan tercatat.

"Bursa mengakomodasi UKM untuk utilisasi pasar modal. Kita ada IDX Incubator. Tapi tidak itu saja. Teman-teman yang ada di luar yang sudah di-grooming di luar silakan masuk bursa. Kifa buat IDX Incubator untuk cari teman-teman di daerah yang berpotensi bertimbuh di pasar modal," ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Lindungi Investor

Di sisi lain, ia menekankan bahwa pihaknya juga terus melayani dan melindungi investor pasar modal. Itu diwujudkan dengan memisahkan papan pencatatan antara perusahaan yang baru bertumbuh dan perusahaan besar

"Kemudahan ini kita support terhadap aspek perlindungan investor. Yang suka jadi pertanyaan, kenapa papannya ditempatkan berbeda. Karena karateristiknya berbeda, dan kita wajib lindungi investor. Jadi investor tau dia masuk ke dalam basket yang mana," jelasnya. 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.