Sukses

5 Dampak Virus Corona ke Ekonomi Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Virus corona yang tengah merebak menjadi perhatian masyarakat dunia. Hal itu dikarenakan dampak dari virus tersebut bisa menyebabkan kematian, dan ini sudah ditemukan di beberapa negara.

Penyebaran virus ini pun dikhawatirkan sampai ke Indonesia. Sebab, beberapa negara di ASEAN sudah ditemukan korban dari Virus Corona, salah satunya Singapura.

Presiden Joko Widodo memastikan pemerintah mengawasi ketat di jalur masuk ke Indonesia. Mulai dari pelabuhan dan bandara. Ini untuk memastikan setiap orang yang masuk ke Indonesia dari luar negeri tidak terjangkit virus corona.

"Kita kan juga sudah siap mencek dengan scanner setiap kedatangan dari luar, siapapun yang kita perkirakan kemungkinan besar terjangkit. Tapi sampai sekarang informasi yang saya terima dan moga-moga seterusnya, tidak ada yang terjangkit corona," ujar dia.

Dampak virus corona ini dipastikan akan berdampak pada sektor ekonomi Indonesia. Berikut dampak dari virus Corona terhadap Indonesia, seperti mengutip Merdeka.com.

1. Ganggu Pariwisata

Pengamat INDEF, Abra Talattov, mengungkapkan virus corona mengancam industri pariwisata Indonesia. Hal itu didasari oleh besarnya posisi China dalam menyumbang turis ke Indonesia.

"Terutama menjelang liburan imlek, dampak (merugikan) lanjutannya akan masuk pada akomodasi, konsumsi (dalam hal ini restoran)," papar dia.

Maka dari itu, pemerintah diminta siap siaga menangkal virus corona masuk Indonesia. "Jangan sampai penyebaran virus di Indonesia kecolongan, sehingga ada korban di Indonesia, (dikhawatirkan) WNA yang tidak mau ke Indonesia," jelasnya.

Selain penerbangan dan pariwisata, Abra menilai sektor industri energi juga dipotensi akan mengalami kerugian. "(Misalnya saja) Pada penjualan avtur, dalam hal ini Pertamina juga berpotensi terganggu."

 

2 dari 3 halaman

2. BPJS Kesehatan Diminta Waspada

Melihat dampak penularan virus corona,Pengamat INDEF Abra Talattov, juga melihat bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus mengantisipasi. Sebab, bakal terjadi lonjakan pasien jika ternyata virus itu berhasil masuk ke Indonesia.

"Misalkan penyebaran sudah mulai masuk, nanti rumah sakit, dalam hal ini BPJS harus mengantisipasi adanya lonjakan pasien, lonjakan klaim dari peserta BPJS Kesehatan," jelas Abra.

3. Virus Corona Buat Dana Asing Kabur dari Indonesia

Bank Indonesia mencatat modal asing masuk ke Indonesia melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp3,8 triliun hingga 23 Januari 2018. Namun demikian, aliran modal keluar atau capital outflow di pasar saham juga terjadi sebanyak Rp980 miliar.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan, aliran modal keluar terjadi karena kondisi geopolitik global dan maraknya wabah virus corona. Ini terbukti dengan terjadinya penurunan harga saham.

"Week to date hingga 23 Januari SBN yang masuk Rp3,8 triliun dan saham ada outlfow Rp0,98 triliun," kata Perry.

 

 

 

3 dari 3 halaman

4. Maskapai Nasional Dilarang Terbang ke Daerah Asal Virus

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa maskapai Indonesia untuk sementara waktu tidak akan melakukan penerbangan ke Kota Wuhan, China. Ini diberlakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya wabah virus pneumonia melalui jalur penerbangan.

Seperti diketahui, wabah Corona virus penyebab pneumonia dipastikan mampu menular dari manusia ke manusia. hal ini diungkap oleh ilmuwan asal China yang tengah melakukan penelitian tersebut.

Larangan ini disampaikan menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang diterbitkan oleh International Notam Office Beijing. Saat ini, ada dua maskapai penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan, yakni Sriwijaya Air dan Lion Air.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan, pihaknya akan melakukan antisipasi penyebaran virus pneumonia melalui jalur penerbangan.

"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan," jelas Polana, Jumat (24/1).

5. Pariwisata Bali Paling Rentan

Melihat dampak buruk dari virus corona, Pengamat INDEF Abra Talattov, melihat Bali menjadi tempat harus diwaspadai dan menjadi prioritas untuk dijaga dalam hal pencegahan penularan virus tersebut.

"(Hal itu dikarenakan) di sana wisatawannya bercampur baur antar semua negara. Kemudian di Bali, penerbangan internasionalnya juga banyak. Nah di sana, wisatawan dari China juga signifikan," jelasnya.

Hal itu menurut Abra, didasari oleh rasa khawatir jika suatu saat ada satu orang yang terdampak virus, WNA akan takut untuk berpergian ke Bali. "Nanti ukuran dampak kerugiannya akan lebih dalam dan meluas. Itu yang perlu diwaspadai."

Reporter Magang : Nurul Fajriyah

Loading
Artikel Selanjutnya
Cegah Virus Corona Menyebar, China Musnahkan hingga Cuci Uang Tunai
Artikel Selanjutnya
Virus Corona Bikin Ekspor Kelapa Sawit ke China Anjlok