Sukses

6 Potret Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek yang Bergelombang

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan jalan tol layang Jakarta-Cikampek. Pemerintah berencana mengoperasikan tol tersebut pada 20 Desember 2019, namun sejak hari ini telah beroperasi secara gratis.

Pengoperasian tol layang secara gratis ini hanya selama momen libur Natal dan Tahun Baru. 

“Pengguna jalan, khususnya yang menempuh jarak jauh, dapat mulai menggunakan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) yang membentang dari Simpang Susun Cikunir hingga Karawang Barat tanpa tarif untuk sementara waktu,” ujar Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru dalam keterangan tertulis di Jakarta.

2 dari 7 halaman

Belum Sempurna

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto mengakui bahwa pengerjaan kontruksi penyambungan dua sisi jembatan atau expansion joint (siar muai) jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Elevated belum begitu sempurna. Sehingga hal ini mengakibatkan kontur menjadi sedikit bergelombang.

"Di mana yang expansion sambungan itu tidak akan sempurna. Tapi kita upayakan semaksimal mungkin," katanya.

3 dari 7 halaman

Gratis Hingga Tahun Baru 2020

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek II) akan digratiskan dalam rangka libur Natal dan Tahun Baru.

"Japek (Jakarta-Cikampek) elevated akan diresmikan minggu ke-2 Desember, rencananya gratis sampai Nataru nanti," ujarnya.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto mengatakan untuk besaran tarif jalan tol layang sendiri masih akan diperhitungkan.

Mengingat pihaknya ingin melihat sejauh mana kendaraan yang akan melintasi jalan tol layang terpanjang se-Indonesia tersebut.

4 dari 7 halaman

Hanya untuk Pengendara Jarak Jauh

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Desi Arryani menegaskan bahwa tol elevated atau tol layang Jakarta-Cikampek II (Japek II) yang menghubungkan Cikunir-Karawang Timur tidak memiliki gerbang masuk dan keluar di tengah jalan. Mengingat tol sepanjang 38 kilometer tersebut hanya melayani khusus jarak jauh.

"Perlu disampaikan ke masyarakat bahwa tol elevated Japek II itu hanya diperuntukkan pengguna jalan jarak jauh seperti ke Bandung atau kota-kota di Jawa, kalau dari arah Jakarta," katanya.

5 dari 7 halaman

Tidak Ada Rest Area dan SPBU

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Desi Arryani mengatakan jalan tol elevated tersebut juga tidak memiliki rest area dan pompa bensin, sehingga jalan tersebut memang diperuntukkan perjalanan non-stop.

"Meskipun demikian kita tetap menempatkan petugas di tol elevated, juga ambulans dan mobil derek jika ada hal yang tidak diinginkan," kata Desi.

6 dari 7 halaman

Memiliki 8 Putaran Balik (U-Turn)

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Sugiyartanto, menjelaskan kondisi jalan tol layang ini memiliki delapan u-turn atau tempat putar balik untuk pengendara.

Ketersediaan u-turn tersebut untuk meminimalisir apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat sehingga pengendara dapat segera memutar balik.

7 dari 7 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: