Sukses

Top 3: Menu Sistem Pencarian Formasi CPNS 2019 Ditiadakan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan meniadakan menu Sistem Pencarian Formasi (SPF) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam portal sscn.bkn.go.id. Adapun lewat SPF, publik dapat mengetahui data jumlah pelamar pada setiap formasi secara real time.

Sebagai alternatif, BKN akan menyampaikan update terkait pendaftaran CPNS 2019 melalui media sosial resmi yang dikelola lembaga.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Paryono mengatakan, peniadaan fitur SPF tidak akan mengurangi aspek transparansi pada seleksi CPNS 2019. Dia pun menjamin keterbukaan pada publik sebagai prioritas yang akan dilakukan oleh pihaknya.

Artikel mengenai tidak adanya Sistem Pencarian Formasi (SPF) CPNS ini menjadi salah satu artikel yang banyak dibaca. Selain itu masih ada beberapa artikel lain yang layak untuk disimak.

Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada MInggu (17/11/2019):

2 dari 5 halaman

1. Hapus Sistem Pencarian Formasi, BKN Sebar Info Lamaran CPNS di Media Sosial

Dalam pelaksanaan pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan meniadakan menu Sistem Pencarian Formasi (SPF) dalam portal sscn.bkn.go.id. Adapun lewat SPF, publik dapat mengetahui data jumlah pelamar pada setiap formasi secara real time.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN Paryono mengatakan, tindakan ini dilakukan lantaran ditemukannya indikasi tindak kecurangan penyalahgunaan data pelamar yang termuat dalam menu SPF yang dilakukan oleh sejumlah oknum, yakni dengan cara mendaftarkan sejumlah pelamar fiktif pada formasi tertentu agar terlihat telah banyak pendaftar.

"Oleh karena itu, fitur tersebut ditiadakan demi menciptakan kompetisi adil tanpa pelamar terpengaruh dengan kuantitas pelamar yang telah melamar pada formasi tertentu (blind competition) pada pelaksanaan seleksi CPNS 2019," ujar Paryono lewat pernyataan tertulis, Sabtu (16/11/2019).

Baca artikel selengkapnya di sini

3 dari 5 halaman

2. Ingin Jadi Presiden AS, Politikus Ini Haramkan Donasi dari Miliarder

Liputan6.com, Washington D.C. - Senator Bernie Sanders menegaskan dirinya menolak eksistensi miliarder. Dalam usahanya agar terpilih menjadi capres Partai Demokrat Amerika Serikat (AS), wacana pajak kekayaan pun ia buat agar para miliarder membayar pajak ekstra.

Jika wacana pajak kekayaan itu terwujud, maka orang terkaya di dunia Jeff Bezos harus membayar pajak hingga USD 9 miliar atau sekitar Rp 126,9 triliun. Tak pelak kalangan miliarder mulai gerah dengan rencana Bernie. 

Oposisi Bernie Sanders terhadap miliarder pun turut ia banggakan selama kampanye. Terkini, Forbes melaporkan kubu Bernie mengembalikan sumbangan dana kampanye dari seorang wanita yang menikahi miliarder.

Baca artikel selengkapnya di sini

4 dari 5 halaman

3. Harga Emas Tergelincir di Tengah Kemajuan Kesepakatan Perang Dagang

Harga emas turun pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Ini dipicu oleh pasar saham mencapai rekor tertinggi usai komentar dari pejabat Amerika Serikat (AS) bahwa kemajuan sedang dibuat pada perjanjian perdagangan fase satu dengan China.

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.466,78 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup turun 0,3 persen menjadi USD 1.468,50 per ounce.

"Perdagangan emas secara keseluruhan telah dipengaruhi oleh perang perdagangan dan ada optimisme yang luar biasa dengan tahap akhir mendapatkan kesepakatan tahap satu yang disahkan," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA.

Baca artikel selengkapnya di sini

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Top3: Lelang Moge Bodong dan McLaren XP Hanya Ada Tiga
Artikel Selanjutnya
Top 3: BNI Buka Lowongan Kerja, Minat?