Sukses

Menko Airlangga Promosikan Sawit di Pameran Industri Terbesar Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia akan menjadi tuan rumah pameran teknologi industri Hannover Messe 2020. Pameran internasional tahunan terbesar di sektor teknologi industri tersebut yang fokus terkait otomotif, elektronik, robotik, informasi teknologi dan manufaktur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ajang tersebut akan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mempromosikan kelapa sawit Indonesia yang selama ini didiskriminasi di luar negeri.

"Jadi di Hannover Messe itu kita akan fokus pada investasi, ekspor, dan menjadi kesempatan buat kita untuk mempromosikan terkait sawit. Jadi terkait dengan biofuel, jadi kita akan gunakan sebagai platform campaign di Eropa terkait dengan sustainibility kelapa sawit," ujar Airlangga di Kantornya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

Airlangga melanjutkan, sebanyak 100 perusahaan milik Indonesia akan menampilkan kebolehannya dalam perhelatan besar tersebut. Indonesia merupakan negara pertama di ASEAN yang menjadi negara patner pelaksanaan Hannover Messe 2020.

"Kita akan tampilkan sampai dengan sekarang kurasinya sudah ada 100 perusahaan, kebanyakan dari 5 sektor tadi. Kita akan dorong supaya bisa menjadi 150 perusahaan targetnya. Kita juga menyampaikan transformasi kebijakan ekonomi kita menuju digital economy," jelasnya.

Adapun target khusus Hannover Messe 2020 adalah peningkatan hubungan kerja sama dengan Jerman. Mantan Menteri Perindustrian tersebut berharap keterlibatan Indonesia dalam perhelatan tersebut mampu menarik lebih banyak investasi masuk ke dalam negeri.

"Perdagangan dengan Eropa, khususnya Jerman kita tingkatkan. Kemudian investasi Jerman di Indonesia bisa meningkat. Presiden juga harapkan dari kerjasama dengan Jerman itu terkait dengan kerja sama vokasi atau bidang SDM," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Pemerintah Tak Ajak Esemka Ikut Pameran Hannover Messe 2020

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia menjadi tuan rumah pameran teknologi industri Hannover Messe 2020. Hannover Messe adalah pameran internasional tahunan terbesar di sektor tehnologi industri yang fokus terkait otomotif, elektronik, robotik, informasi tehnologi dan menufaktur.

Dalam gelaran akbar ini, pemerintah tidak mengajak mobil Esemka untuk dipamerkan kepada masyarakat internasional. Sebab, produksi Esemka masih kecil.

"Esemka kan belum produksi, jadi ditingkatkan dulu," ujar Menteri Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Sejauh ini dari sektor transportasi, pemerintah hanya akan mengajak PT Gesits untuk memamerkan kendaraan listriknya.

"Ya, nanti ada beberapa teknologi berbasis listrik, seperti Gesit, itu akan kami bawa, kemudian teknologi baterainya, ini kerja sama dengan Panasonic," jelasnya. 

Beberapa sektor yang akan dibawa nantinya dalam pameran tersebut antara lain otomotif, elektronik, tekstil, kimia, makanan dan minuman terutama yang sudah berbasis industri 4.0.

"Jadi nanti ada kendaraan berbasis listrik, light house, proyek percontohan yang sudah diakui di world economic forum, sudah ada dua, yaitu Schneider Electric dan Petrocy," papar Menteri Airlangga.

Airlangga melanjutkan, persiapan pemerintah terkait Hannover Messe sudah sangat matang. Kementerian-kementerian terkait sudah dibekali tanggungjawab dengan masing-masing tugas yang akan dilaksanakan.

"Persiapan Hannover Messe tadi dibahas antar kementerian, sehingga nanti akan berbagi tugas dalam pembentukan panitia nasional. Pengarahnya Menko Perekonomian dengan wakil Kementerian Perindustrian, dan perwakilan dari kementerian lain menjadi bagian dari kepanitian secara nasional," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
OSO: Para Pencipta Riak-Riak Politik Sudah Hengkang dari Partai Hanura
Artikel Selanjutnya
Revitalisasi Monas, Sekda DKI Mengaku Belum Kantongi Izin dari Komisi Pengarah