Sukses

Profil Wempi Wetipo, Putra Papua di Kursi Wakil Menteri PUPR

Liputan6.com, Jakarta - Hari ini, Jumat (25/10/2019), teka-teki soal calon wakil menteri asal Papua seperti sudah terjawab. Sekitar pukul 08.55 WIB, politisi PDIP John Wempi Wetipo terlihat menyambangi istana dengan kemeja putihnya.

Berdasarkan apa yang Wempi sampaikan usai bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi), dirinya ditugaskan membantu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono.

"Saya diminta untuk membantu mengawal percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah timur," ungkapnya di Jakarta.

Wempi, yang lahir di Jayawijaya, 15 September 1972 adalah bupati Jayawijaya selama dua periode, yaitu periode 2008 hingga 2013 dan periode 2013 hingga 2018.

Pada 2018, Wempi Wetipo juga ikut serta dalam Pemilihan Umum Gubernur Papua 2018 melawan petahana, Lukas Enembe.

Dia pernah bersekolah di Universitas Cenderawasih dan tercatat pernah menulis buku berjudul "Gunung versus Pantai Dalam Perspektif Nilai-nilai Hidup Bersama".Buku yang dia tulis mencerminkan kehidupan orang Papua asli. 

2 dari 2 halaman

Wempi Wetipo, Perwakilan Papua yang Ditunjuk Jadi Wakil Menteri PUPR

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memanggil sejumlah calon wakil menteri ke Istana Kepresidenan, Jumat ini (25//10/2019).

Presiden mewawancara para calon wakil menteri untuk membantu menteri (dan pejabat setingkat menteri) terpilih menjalankan pemerintahan 5 tahun ke depan.

Salah satu calon wakil menteri yang dipanggil ialah Wempi Wetipo. Wempi dipercaya menjadi wakil menteri PUPR, membantu menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Usai ditemui awak media, Wempi mengaku diminta oleh Presiden Jokowi membantu mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia.

"Saya dipanggil Pak Presiden untuk membantu di bidang infrastruktur, apa yang jadi visi misi dan sudah dilakukan di periode pertama harus dipercepat agar bisa selesai di periode kedua," tutur dia di Jakarta.

Pria bernama lengkap John Wempi Wetipo ini sendiri berasal dari PDI Perjuangan. Dia 

Sebelumnya, Menteri Basuki juga berkata membutuhkan wakil menteri karena sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur di ibu kota baru.

Loading