Sukses

IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Tertekan ke 14.165 per Dolar AS

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Jumat ini. Sepanjang hari, IHSG terus berada di zona merah.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (27/9/2019), IHSG ditutup melemah 33,44 poin atau 0,54 persen ke level 6.196,88. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga turun 0,68 persen ke posisi 972,44.

Sebanyak 250 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 147 saham menguat dan 146 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 364.774 kali dengan volume perdagangan 15 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,9 triliun.

Investor asing jual saham Rp 179 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.165.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, seluruhnya ada di zona merah. Pelemahan dipimpin sektor konstruksi yang tertekan 0,89 persen. Disusul oleh sektor infrastruktur yang turun 0,87 persen dan sektor industri dasar yang turun 0,74 persen.

Saham-saham yang antara lain TIFA naik 26,06 persen ke Rp 206 per saham, NZIA naik 25 persen ke Rp 515 per saham dan BRAM naik 19,63 persen ke Rp 9.750 per saham.

Sementara saham-saham yang melemah sehingga membuat IHSG melaju di jalur merah antara lain BAPI yang turun 34,23 persen ke Rp 73 per saham, SKBM turun 24,92 persen ke Rp 458 per saham dan ALKA turun 10,79 persen ke Rp 430 per saham.

2 dari 3 halaman

Tak Sesuai Prediksi

Realisasi gerak IHSG pada hari ini tidak sesuai prediksi analis. Sebelumnya, IHSG diproyeksi bergerak ke zona hijau di pasar saham. Sentimen global cukup kondusif menopang penguatan indeks.

Analis PT Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjabarkan, secara teknikal, indeks mengindikasikan potensi positif pada perdagangan hari ini.

Menurutnya, IHSG akan ditutup cerah pada kisaran support di level 6.146-6.187 dan resistance di level 6.251-6.273. 

Kendati begitu, investor masih mencermati sentimen perekonomian dan politik global. "Terutama setelah China dan Amerika Serikat diperkirakan akan mempercepat persetujuan negosiasi dagang," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Hal senada juga diutarakan Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya. Dia menilai, IHSG akan ditransaksikan 6.056-6.278.

Ia bilang dalam jangka panjang indeks berada dalam pola uptrend (naik). Demikian juga dengan capital inflow yang masih tercatat secara year-to-date (ytd).

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Sambut Akhir Pekan, IHSG Ditutup Menguat ke 6.186,86
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Menghijau, Rupiah pada Posisi 14.035 per Dolar AS