Sukses

KNKT Harus Segera Selidiki Penyebab Kecelakaan Maut Cipularang

Liputan6.com, Jakarta - Pengamat transportasi dari Universitas Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menyatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) harus segera menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan maut  di ruas Tol Cipularang.

"KNKT yang jelas harus segera turun untuk investigasi," kata Djoko Setijowarno dikutip dari Antara, Senin (2/9/2019). Djoko memaparkan bahwa karena baru saja terjadi, dirinya masih belum mengetahui penyebab dari peristiwa kecelakaan tersebut.

PT Jasa Marga, melalui akun resmi twitternya, melaporkan adanya kecelakaan di ruas tol Purbaleunyi-Plered Kilometer 94 - Kilometer 91 arah Jakarta pada Senin siang, yang mengakibatkan kepadatan lalu lintas di lokasi TKP.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Antara, kecelakaan maut tersebut melibatkan sekitar 10 kendaraan.

Peristiwa nahas tersebut juga dilaporkan mengakibatkan korban jiwa hingga enam orang dan banyak lainnya yang terluka.

2 dari 3 halaman

Update Kecelakaan Maut Cipularang: Korban Tewas 9 Orang, 8 Luka, Libatkan 21 Kendaraan

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan, korban meninggal dunia atas kecelakaan maut di Tol Cipularang KM 91.400 jadi sembilan orang. Kecelakaan beruntun itu terjadi pukul 12.30 WIB.

"Jumlah korban meninggal dunia sembilan orang, luka berat delapan orang," tutur Dedi dalam keterangannya, Senin (2/9/2019).

Dia menyebut, korban kecelakaan maut Cipularang keseluruhan dibawa ke empat rumah sakit yang ada di Purwakarta. "RS Thamrin, Bayu Asih, Siloam, Bhakti Husada," jelas dia.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius mengatakan, jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan maut Cipularang menjadi 21 kendaraan. Namun, untuk rinciannya, petugas masih mendata.

"Empat di antaranya terbakar. 3 Kendaraan penumpang, kendaraan pribadi, satu truk," ujar Matrius soal kecelakaan maut Cipularang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Masuk Daftar 100 Kota Berbahaya di Dunia, Jakarta Masih Lebih Aman dari Kuala Lumpur
Artikel Selanjutnya
LRT Jakarta Targetkan Angkut 14 Ribu Penumpang Setiap Hari