Sukses

3 Sektor Saham Melemah, IHSG Dibuka Dua Arah

Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dua arah pada pembukaan perdagangan saham Rabu ini. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.267.

Pada pra pembukaan perdagangan, Rabu (21/8/2019), IHSG turun tipis 4,92 poin atau 0,08 persen ke level 6.290,81. Pada pembukaan pukul 09.00 waktu JATS, IHSG berbalik arah dengan naik 4,79 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.300,53.

Sementara itu, indeks saham LQ45 juga naik 0,09 persen ke posisi 983,60. Seluruh indeks acuan mayoritas berada di zona hijau.

Pada awal pembukaan perdagangan sebanyak 112 saham menguat. Selain itu 54 saham melemah dan 126 saham diam di tempat.

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.300,99 dan terendah 6.289,22.Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 12.271 kali dengan volume perdagangan 483 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 144,4 miliar.

Investor asing jual saham Rp 6,2 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.267.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tujuh sektor menguat yang dipimpin sektor perkebunan naik 0,79 persen. Disusul sektor pertambangan 0,52 persen dan sektor infrastruktur 0,41 persen

Sektor saham yang melemah yaitu sektor aneka industri turun 0,22 persen, sektor barang konsumsi turun 0,07 persen dan sektor manufaktur turun 0,05 persen

Saham-saham yang menguat sehingga membawa IHSG ke berbalik arah zona hijau antara lain POLY menguat 8,7 persen ke level Rp 75 per saham, PJAA naik 6,51 persen ke level Rp 1.145 per saham dan BIKA menguat 6,25 persen ke angka Rp 204 per saham.

Saham-saham yang melemah antara lain saham YPAS turun 21,55 persen ke posisi Rp 284 per saham, saham CANI melemah 8,06 persen ke posisi Rp 171 per saham dan saham COWL turun 6,36 persen ke posisi Rp 206 per saham.

2 dari 4 halaman

Menanti Suku Bunga Acuan BI, Laju IHSG Diramal Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan bergerak ke teritori negatif pada perdagangan saham hari ini.

Selain sentimen global, dari dalam negeri keputusan terkait suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) pekan ini dinilai akan mempengaruhi pola indeks.

Sebab itu, analis memproyeksi IHSG masih akan tertahan dengan diperdagangkan dalam kisaran support dan resistance di level 6.278-6.316.

"Indeks berpeluang terkoreksi di 6.278-6.316. Investor masih wait and see menanti statement suku bunga BI," papar Vice President PT Artha Sekuritas Frederik Rasali Rabu (21/8/2019).

Seirama, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, Maximilianus Nico Demus menilai, pergerakan IHSG masih berat, rentan dengan tekanan bearish pada supprot resistance 6200-6328.

3 dari 4 halaman

Rekomendasi Saham

Adapun sejumlah saham yang menarik menurutnya secara teknikal ialah saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Sedangkan Artha Sekuritas mencermati saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), hingga saham PT PP Tbk (PTPP).

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Investor Asing Lepas Saham, IHSG Ditutup Terbakar
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka di 2 Arah, Rupiah Menguat ke 13.995 per Dolar AS