Sukses

Korea Selatan Jadi Kiblat Indonesia Kembangkan Industri Kosmetik

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mencontoh Korea Selatan dalam pengembangan industri kosmetik dan obat herbal di dalam negeri. Pasalnya, Negeri Ginseng kini mampu muncul menjadi pemain utama di industri kosmetik dan obat herbal.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pasar kosmetik dan obat-obatan di Indonesia merupakan salah satu yang cukup besar dan menjanjikan bagi produsen seiring dengan meningkatnya jumlah populasi penduduk.

Selain itu, dengan perkembangan zaman yang ada, industri kosmetik juga berinovasi pada produk kosmetik untuk pria dan anak, tidak hanya menyasar kaum wanita saja.

"Industri ini menjadi andalan, industri obat herbal ini lagi diminati di tingkat global. Salah satu yang harus kita contoh adalah di Korea. Di sana industri wellness-nya sangat maju," ujar dia di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Selain itu, lanjut dia, Indonesia juga potensi untuk terus berkembang karena mempunyai bahan baku yang melimpah. Dengan demikian, tidak perlu melalukan impor bahan baku dalam jumlah besar untuk menciptakan sebuah produk kosmetik dan obat herbal.

"Dari aspek bahan baku, Indonesia unggul dengan keanekaragaman hayati baik yang berasal dari darat maupun laut. Beberapa belum banyak dikembangkan seperti ganggang laut, marine collagen yang potensial untuk dikembangkan di pasar lokal dan global. Oleh karena itu, sinergi Riset dan Pengembangan (RnD) di industri farmasi dan kosmetik menjadi strategis antara pelaku usaha (industri), lembaga riset dan universitas," jelas dia.

 

2 dari 4 halaman

Peluang Produk Berbahan Alami

Selain itu, adanya tren masyarakat untuk kembali ke alam (back to nature) membuka peluang bagi produk jamu dan kosmetik berbahan alami seperti produk-produk spa yang berasal dari Bali.

Produk-produk spa ini cukup diminati oleh wisatawan luar negeri, dengan branding yang baik diharapkan produk kosmetik nasional dapat mencapai kesuksesan seperti halnya produk-produk kosmetik dari luar.

"Adanya pertumbuhan kelas menengah. Terlebih dengan adanya bonus demografi, maka ke depan pasar ini sangat potensial. Apalagi industri tidak didominasi oleh 1-2 player besar, tetapi didominasi oleh banyak UKM. Ini modalnya relatif lebih kecil," tandas dia.

3 dari 4 halaman

Industri Kosmetik Ditargetkan Tumbuh 9 Persen di 2019

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggelar Pameran Industri Kosmetik dan Obat Tradisional. Pameran tersebut bertempat di Plaza Industri, Gedung Kemenperin, pada 2-5 Juli 2019.

Dalam sambutannya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, dari data BPS, pada kuartal I 2019, sektor industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional tumbuh sebesar 8,12 persen dengan nilai PDB sebesar Rp 21,9 triliun.

"Segmen pasar kosmetik sangat menjanjikan, di mana segmen produk kosmetik, perawatan kulit, dan personal care diharapkan tumbuh pada angka 9 persen di 2019, dan pada 2018 mencapai sekitar Rp 50 triliun," ujar dia di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Saat ini, lanjut dia, postur dari industri kosmetika Indonesia adalah sekitar 95 persen merupakan industri dengan skala kecil dan menengah, sedangkan hanya 5 persen merupakan industri dengan skala besar.

"Dari industri skala menengah dan besar ini, beberapa bahkan sudah mampu mengekspor produknya ke luar negeri seperti ke ASEAN, Afrika, Timur Tengah dan lain-lain," kata dia.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Miliki Bonus Demografi, Begini Cara Pemerintah Ciptakan SDM Unggul
Artikel Selanjutnya
Diserbu Tekstil Impor, Pengusaha Minta Perlindungan ke Kemenperin