Sukses

Jelang Lebaran, Pengusaha Harap Ibu Kota Makin Kondusif

Liputan6.com, Jakarta - Pengusaha ibu kota berharap dinamika politik dan aksi unjuk rasa yang terjadi saat ini segera selesai. Dengan demikian, aktivitas ekonomi di Jakarta bisa kembali normal.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Sarman Simanjorang mengatakan, aktivitas perdagangan dan investasi di Jakarta sangat dipengaruhi oleh stabilitas keamanan dan politik. Hal ini karena Jakarta merupakan pusat dari kegiatan ekonomi nasional.

"Kita sangat berharap agar dinamika politik ini cepat selesai, aman, nyaman dan indah sehingga tidak mengganggu aktivitas bisnis dan perdagangan," ujar dia di Jakarta, Kamis (23/5/2019).

Terlebih, lanjut dia, sebentar lagi masyarakat akan mulai berbelanja berbagai kebutuhan dalam rangka menyambut Idul Fitri 1440 Hijriah. Agar masyarakat bisa menggunakan uangnya secara baik, maka butuh kondisi yang aman dan nyaman.

"Konsumsi rumah tangga merupakan penopang pertumbuhan ekonomi kita, di mana hampir 2,7 persen pertumbuhan ekonomi kita ditopang belanja rumah tangga. Artinya momen Ramadan dan Idul Fitri sangat diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal II nanti. Sehingga bisa mencapai target pemerintah pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 5,3 persen," jelas dia.

Selain itu, Sarman juga memberikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah membantu menjaga keamanan di pusat-pusat kegiatan ekonomi di ibu kota, seperti Pasar Tanah Abang dan mal-mal di ibu kota.

"Kita memberikan apresiasi kepada aparat keamanan kita atas kerja kerasnya mengawal unjuk rasa yang terjadi selama dua hari ini. Kita mengajak semua pihak agar dapat menjaga persatuan dan kesatuan, ketenteraman dan keamanan ibu kota sehingga aktivitas bisnis dan perdagangan dapat normal kembali," tandas dia.

 

2 dari 5 halaman

Aksi 22 Mei Usai, IHSG Ditutup Menghijau

Usai aksi 22 Mei mereda, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada penutupan perdagangan hari ini. Pada awal sesi perdagangan, laju IHSG juga bergerak di zona hijau.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (23/5/2019), IHSG naik 93,02 poin atau 1,57 persen ke posisi 6.032,65. 

IHSG sempat berada di level tertinggi 6.044,57 dan terendah 6.942,17. Sebanyak 276 saham menguat dan membawa IHSG ke zona hijau. Kemudian 141 saham melemah dan 120 saham diam di tempat. 

Total frekuensi perdagangan saham 401.389 kali dengan volume perdagangan 12,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun.

Investor asing melakukan aksi jual Rp 552,6 miliar di total pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.466.

Pada hari ini, seluruh sektor saham menguat. Saham infrastruktur catatkan penguatan terbesar sebesar 23,43 persen. Kemudian keuangan naik 2,08 persen, saham industri dasar 1,80 persen.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan antara lain saham LMSH naik 23,43 persen ke posisi Rp 590 per saham, saham POLA mendaki 21,81 persen ke posisi Rp 1.145 per saham dan saham IIKP menanjak 17,86 persen ke posisi Rp 66 per saham.

Sedangkan saham-saham yang merosot antara lain saham BMSR turun 33,85 persen ke posisi Rp 86 per saham, saham MKNT merosot 29,70 persen ke posisi Rp 116 per saham, dan saham KONI tergelincir 24,11 persen ke posisi Rp 214 per saham.

3 dari 5 halaman

Dampak Aksi 22 Mei, Pegawai Pasar Tanah Abang Terancam Tak Mudik

Sebagai dampak dari aksi 22 Mei, Pasar Tanah Abang sampai saat ini masih tutup. Para pegawai yang sudah datang ke pasar grosir terbesar di ASEAN tersebut terpaksa kembali pulang, ketika melihat gerbang Blok A masih tertutup rapat.

Ramdan (29) salah satunya. Dia sudah berangkat dari rumah dengan harapan mendapatkan pundi-pundi penghasilan untuk bisa menambah tabungannya demi mudik ke kampung halamannya di Purworejo.

"Ya mau bagaimana lagi. Kalau tutup terus kan penghasilan toko juga berkurang, kita juga terancam berkurang nanti. Kalau enggak ada tabungan, enggak bisa mudik nanti," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (23/5/2019).

Menurut dia, saat ini kondisi Pasar Tanah Abang sebenarnya sudah lebih bersih dari puing-puing kerusuhan beberapa hari lalu. Hanya saja dari informasi yang diterimanya, situasi kemanan masih belum kondusif. Potensi kerusuhan masih bisa terjadi.

Meski demikian, Ramdan mengaku tetap bersyukur. Menurut dia, lebih baik pasar ditutup daripada saat dibuka kerusuhan terjadi, sehingga menimbulkan potensi penjarahan seperti kerusuhan 1998.

"Ya saya percaya ini keputusan yang terbaik, daripada nanti pas kita buka, terus yang rusuh masuk pasar kan kita juga yang repot," ucapnya.

4 dari 5 halaman

Situasi Belum Kondusif, Pasar Tanah Abang Masih Tutup

Pasar Grosir terbesar di ASEAN, Tanah Abang sampai siang ini masih tutup. Hanya sejumlah petugas keamanan yang berjaga-jaga disekitar pintu masing-masing blok. Terlihat petugas security dibantu pengamanan oleh petugas Kepolisian dan TNI.

Kawasan Pasar Tanah Abang sebenarnya sudah lebih bersih jika dibandingkan hari sebelumnya. Hanya saja, potensi keamanan yang belum kondusif menjadikan pengelola masih menutup kegiatan di sana.

"Dari update tadi yang kita peroleh dari pihak keamanan, kita masih tutup untuk hari ini. Kalau nanti sore atau malam sudah kondusif mungkin besok bisa buka lagi," kata Hery Supriyatna sebagai Pengelola Pasar Tanah Abang, Kamis (23/5/2019). 

Tidak hanya inatruksi di berberapa media dan pesan berantai, menejemen Pasar Tanah Abangjuga terlihat menempelkan beberapa pengumuman yang bertuliskan kondisi pasar masih ditutup.

Herry menjelaskan, meski ditutup, dia memastikan kondisi barang dagangan akan tetap aman. Selain masing-masih lapak sudah dikunci, pintu akses masuk masing-masing blok sampai kini juga masih tertutup rapat.

"Tidak usah khawatir, kondisi sekarang sudah beda dari kerusuhan 98, tidak ada jarah menjarah, jadi aman. Para pedagang dan pegawai kita minta pulang dulu," tambahnya.

Terlihat beberapa pegawai yang biasa bekerja di pasar tersebut terpaksa balik kanan dan memilih menunggu di rumah masing-masing sampai situasi kondusif.

"Mau gimana lagi, daripada nanti ada apa-apa sudah bagus ditutup saja, kita ikut kebijakan," kata salah satu pegawai, Ramdan.

Tidak hanya para petugas keamanan, sejumlah peserta aksi yang menggunakan atribut berwarna putih juga masih berlalu lalang di sekitar Pasar Tanah Abang.

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemprov DKI Beri Kemudahan Kredit Usaha Pembangunan Ibu Kota
Artikel Selanjutnya
Mengapa Kalimantan Timur Paling Cocok Jadi Ibu Kota Baru?