Sukses

Bank Ina Perdana Bidik Pertumbuhan Laba 12 Persen di 2019

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) membidik pertumbuhan laba antara 10-12 persen menjadi sebesar Rp 12,52 miliar hingga Rp 12,8 miliar pada 2019. Pada tahun lalu, laba yang dibukukan perseroan tercatat Rp 11,39 miliar.

Direktur Utama Bank Ina Perdana Daniel Budirahaju mengatakan, peningkatan laba Perseroan antara lain akan ditopang oleh pendapatan bunga yang ditargetkan tumbuh antara 18-21 persen tahun ini.

Adapun pada 2018, pendapatan bunga Bank Ina Perdana naik 13,6 persen menjadi Rp 143 miliar ketimbang Rp 126 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Kami menargetkan pendapatan bunga meningkat antara 18-21 persen tahun ini,” terangnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Jumat, (10/05/2019).

Untuk penyaluran kredit, Bank Ina Perdana menargetkan pertumbuhan sekitar 14-17 persen sepanjang tahun ini. Adapun total pinjaman yang telah dikucurkan Bank Ina Perdana selama tahun 2018 mencapai Rp 1,759 triliun, melonjak 19,7 persen dari Rp 1,470 triliun pada 2017.

 

2 dari 3 halaman

UMKM

Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada akhir 2018 mencapai Rp 282 miliar, sekitar 16,03 persen dari total portofolio pinjaman.

"Tahun ini, pembiayaan ke sektor UMKM kami targetkan mencapai 20 persen sesuai ketentuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kami akan terus membantu program pemerintah untuk kredit UMKM dan micro financing. Dengan bunga yang sangat kompetitif dibanding dengan yang lain apalagi dengan fintech," ujarnya.

Terkait rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL), Perseroan akan menekan dari 2,43 persen pada 2018 menjadi 2 persen tahun ini.

Sementara itu, para pemegang saham dalam RUPST hari ini sepakat untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2018. Sekitar 20 persen dari total laba BINA akan digunakan untuk cadangan dan sisanya dimasukan sebagai laba ditahan.

"Tahun ini kami tidak bagi dividen meski Capital Adequacy Ratio (CAR/rasio kecukupan modal) besar. Keputusan ini diambil untuk pengembangan dan penguatan bisnis perusahaan ke depannya,” ujarnya.

 

3 dari 3 halaman

Direktur Baru

RUPST juga memutuskan untuk mengangkat Benny Purnomo, mantan direktur utama PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) sebagai direktur BINA.

Selanjutnya Benny akan mengikuti proses uji kepatutan dan kelayakan dari OJK sebelum akhirnya resmi menjabat sebagai direktur BINA.Attachments area

Loading