Sukses

Museum Ini Tampilkan Sisi Modern dan Perjalanan Panjang Sektor Pertanian Indonesia

Liputan6.com, Bogor - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman direncanakan meresmikan Museum Pertanian yang berlokasi di Bogor pada Senin (22/4/2019). Museum ini sengaja dihadirkan untuk menunjukan sisi modern dan perjalanan panjang pertanian di Indonesia.

Sehari jelang peresmian, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Syukur Iwantoro mencoba memantau kondisi museum sebelum diresmikan besok. Museum ini hampir siap 100 persen untuk diresmikan.

"Ada tadi perbaikan-perbaikan kecil. Insya Allah nanti malam sudah selesai, jadi museum ini menjadi museum pertanian pertama di Indonesia, dan sifatnya nasional," ujar dia di Museum Pertanian, Bogor, Minggu (21/4/2019).

Sebagai informasi, Museum Pertanian yang berlokasi satu komplek dengan Museum Tanah ini berada tak jauh di seberang pintu utama Kebun Raya Bogor. Berdirinya Museum Pertanian tak dapat dipisahkan dari Museum Tanah yang telah diresmikan Menteri Pertanian tepat pada peringatan Hari Tanah Sedunia, yakni pada 5 Desember 2017.

Secara tujuan, Syukur menyampaikan, museum ini sengaja dibangun untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas terkait sejarah panjang sektor pertanian di Bumi Nusantara.

 

2 dari 2 halaman

Ubah Stigma

Selain itu, dia menambahkan, Kementerian Pertanian ingin mengubah stigma masyarakat terhadap sektor pertanian yang selama ini kerap dipandang sebagai suatu bidang yang terkesan kotor, kumuh, dan erat kaitannya dengan kemiskinan.

"Di lantai 3, kita memberikan spirit ke depan, dan sudah dimulai sekarang, bahwa pertanian itu bersih, ngikutin teknologi, ada mekanisasi. Kemudian semuanya pakai gadget dan sebagainya, dan orientasinya ke bisnis," urainya.

"Sehingga itu membuat anak-anak muda tertantang untuk masuk ke pertanian. Jadi ke depan pertanian tidak digambarkan miskin. Justru mengikuti zaman, bisa kaya dari pertanian dan mengikuti teknologi," seru dia.

Pasca diresmikan besok, ia melanjutkan, Museum Pertanian pun bisa langsung dikunjungi secara umum, serta biaya masuknya pun masih digratiskan.

"Setelah peresmian bakal dibuka pada hari itu juga. Tiga bulan pertama gratis supaya untuk pengenalan, untuk tarif ke depannya kita diskusikan dengan komunitas," pungkas dia.

Loading
Artikel Selanjutnya
Ajak Milenial Terjun ke Sektor Pertanian, Bisakah?
Artikel Selanjutnya
Petani Butuh Inovasi Teknologi agar Hasilkan Pangan Terbaik