Sukses

Perjanjian Kerja Sama RI-Korsel Bakal Rampung pada November

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Korea Selatan (Korsel) sepakat kembali mengaktifkan kerja sama perdagangan melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (lK-CEPA).

Melalui perjanjian kerja sama ini diharapkan perdagangan dan investasi kedua negara bisa meningkat.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, pada pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In telah ditetapkan target peningkatan kerja sama dagang kedua negara sebesar USD 30 miliar pada 2022. 

Untuk mencapai target tersebut, Enggartiasto dengan Menteri Perdagangan Korea Selatan Hyun Chong Kim sepakat untuk mengaktifkan kembali perjanjian kerja sama antara Indonesia dengan Negeri Ginseng tersebut.

"Dengan demikian, maka target yang d canangkan oleh dua kepala negara sebesar USD 30 billion dalam 3 tahun ke depan (di 2022). itu bisa dicapai. Kita optimis bisa tercapai," ujar dia di Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Adapun yang akan masuk dalam perjanjian kerja sama ini yaitu soal penurunan tarif bea masuk untuk produk-produk dari kedua negara. Selain itu, dalam perjanjian kerja sama ini juga akan mempermudah masuknya investasi dari Korea Selatan ke Indonesia.

‎"Kedua belah pihak nanti akan menyepakati penurunan tarif dan berbagai fasilitas yang diberikan kedua belah pihak. ‎‎Banyak ya, misal investasi, kemudian kita akan bicara juga soal global supply chain-nya. Juga kita memberikan kemudahan-kemudahan investasi otomotif misalnya. Mereka mau kita dorong untuk investasi, elektronik juga," ujar dia.

Enggartiasto menyatakan, kesepakatan yang berlangsung hari ini antara dirinya dengan Menteri Hyun Chong Kim akan dilanjutkan dengan perundingan antara pihak terkait kedua negara. Perjanjian IK-CEPA ini ditargetkan rampung dan ditandatangi pada November 2019.

"Ini pun kami berdua menyepakati agar perjanjian ini diharapkan ditandatangani pada bulan November yang akan datang, pada waktu pertemuan kedua kepala negara. Jadi artinya substantially harus selesai sebelum November," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

RI-Korea Selatan Sepakat Aktifkan Kembali Perjanjian Kerja Sama Perdagangan

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri PerdaganganKorea Selatan Hyun Chong Kim menggelar pertemuan di Jakarta. Kedua menteri sepakat untuk mengaktifkan kembali negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Korea (lK-CEPA).

Enggartiasto menyatakan, saat ini nilai perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan kalah dibandingkan dengan Vietnam dengan Negeri Ginseng tersebut.

"Saat ini nilai kerjasama antara Korea dan Vietnam sebesar USD 60 miliar, sedangkan dengan Indonesia hanya USD 20 miliar. Saya bukan bermaksud kita berkompetisi dengan Vietnam, tapi sebagaimana yang disampaikan, opportunity harus setara. Itu menjadi alasan kenapa kita sekarang bertemu dalam forum ini," ujar dia di Jakarta, Selasa 19 Februari 2019.

Kedua negara pun telah menyepakati visi bersama terkait dengan pengaktifan kembali negosiasi lK-CEPA berdasarkan dua prinsip-prinsip untuk memastikan perjanjian akhir berkualitas tinggi, saling menguntungkan, dan selengkap mungkin, meliputi perdagangan barang dan jasa, investasi, kerja sama ekonomi, dan bidang lain yang akan disepakati.‎‎

Menurut Enggartiasto, negosiasi yang dilakukan bertujuan untuk mencapai tujuan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah kedua negara, salah satunya meningkatkan volume perdagangan bilateral dan investasi ke tingkat setinggi mungkin.

"Jadi momentum ini sangat berharga dan sebenarnya kita mulai bicarakan pada November tahun lalu di Singapura. Saya dengan Menteri Kim, kita membahas bagaimana meningkatkan kerjasama ekonomi dari dua negara sebagai tindak lanjut pembicaraan Bapak Presiden Jokowi dengan Presiden Moon Jae-In," ucap dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Jubir Parlemen Korsel Sebut Jepang Pencuri Kurang Ajar, Mengapa?
Artikel Selanjutnya
Pelajari 11 Ungkapan Khas Ini Sebelum Berwisata ke Korea Selatan