Sukses

Ingin Dapat Sertifikat Perbankan dari SIMANTAP? Simak Cara Ini

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) meluncurkan sistem e-Learning bernama  Sistem Informasi Pembelajaran APU PPT Perbankan (SIMANTAP).

Dengan ini, PPATK dapat memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada petugas bank di seluruh Indonesia.

Cukup daftar di simantap.ppatk.go.id, petugas bank dapat mengakses fitur-fitur edukatif yang tersedia. Pengguna juga bisa ikut ujian sertifikasi setelah mendaftar dan mengupload dokumen-dokumen seperti surat penugasan yang memvalidasi identitas sebagai petugas bank. 

Sementara itu, pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  menyebut SIMANTAP dapat menjangkau daerah seperti Papua. Lantaran, Indonesia memiliki banyak bank di berbagai daerah, sehingga pengajaran konvensional tidak bisa sering dilakukan.

"Terkait infrastruktur, pengembangan SIMANTAP ini menjawab keterbatasan kita menjangkau wilayah seluruh negeri kita," ujar Deputi Komisioner Riset dan Internasional Imansyah, Senin (11/2/2019) di Jakarta.

Ujian sertifikasi melalui SIMANTAP memiliki 60 soal yang diacak dan batas waktu pengerjaan 45 menit. Bila mendapat skor minimal 70. Setelahnya, peserta dapat mencetak seerfikat tersebut. Jika gagal, peserta bisa mencoba lagi, tanpa perlu akun baru. 

Diharapkan para frontliner makin memahami rezim anti pencucian uang dan perlawanan terhadap pendanaan terorisme lewat program ini. 

"Frontliners seperti CS, teller, dan marketing, kita tahu mereka garda terdepan, mereka yang pertama engage dengan risiko," tegas Imansyah.

Sementara ini, sertifikasi SIMANTAP  hanya untuk frontliner, tapi PPATK dan OJK berjanji mengembangkan sistem ini ke manajer hingga direksi.

 

2 dari 2 halaman

PPATK Ajak Frontliner Bank Belajar di Simantap

Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) meluncurkan sistem e-learning dalam upaya melawan pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Sistem ini disebut Sistem Informasi Pembelajaran APU PPT Perbankan (SIMANTAP). Sesuai namanya, SIMANTAP diperuntukkan kepada frontliner perbankan agar memiliki program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT).

Program ini dibuat agar memudahkan proses edukasi kepada frontliner perbankan di seluruh Indonesia.

Edukasi yang dapat berlangsung bertahun-tahun pun menjadi semakin singkat lewat aplikasi yang bisa diakses lewat smartphone dan laptop ini pada simantap.ppatk.go.id. 

"Jumlah bank umum 114 bank, tersebar di seluruh Indonesia. Terbayang bila penguatan kompetisi mereka kalau secara pertemuan di kelas, maka akan sangat terbatas yang bisa dijangkau. Bila dengan model e-learning maka (modul) 5-10 tahun bisa (dipelajari) dalam sebulan," ujar Deputi Bidang Pencegahan PPATK Muhammad Sigit, Senin 11 Februari 2018 di Jakarta pada acara Grand Launching SIMANTAP.

Sigit menyebut, PPATK memerlukan pelaporan berkualitas dari pihak perbankan, sehingga peran frontlinners yang langsung bertemu pelanggan amat penting. Yang termasuk kategori ini adalah teller, customer service, dan marketing.

Rencananya, ada sertifikasi bagi yang mengikuti program oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Tes-tes yang tersedia di SIMANTAP juga sesuai standar BNSP. 

Sigit juga mengapresiasi peran pihak Amerika Serikat (AS) dalam membangun modul SIMANTAP. 

Perwakilan United States Agency of International Development (USAID) Anders Matius menyebut bangga bisa bekerja sama dengan Indonesia dan PPATK melawan pendanaan terosime global. Ia berharap sistem ini menjadikan standar bagi perbankan yang sudah lebih dulu mengembangkan sistem serupa.

"Beberapa bank sudah lebih dulu mengembangkan modul e-learning mereka. AS mengapresiasi usaha tersebut, dan harapannya sistem ini bisa membuat standar baru bagi staf perbankan untuk mengenali aktivitas mencurigakan," ujar dia.

Modul

Ada enam modul yang dapat dipelajari dan dilengkapi pre-test dan post-test bersifat pilihan ganda:

1. Rezim Anti Pencucian Uang dan Pendanaan Terorisme di Indonesia

2. Prinsip mengenali pengguna jasa

3. Kewakiban pelaporan bagi penyedia jasa keuangan

4. Identifikasi pelaporan transaksi

5. Tipologi 

6. Red flag

Para pelajar tak hanya diajarkan mengenai teori dan Undang-Undang, melainkan cara mengenali pribadi yang melalukan transaksi mencurigakan.

Saat ini, SIMANTAP memang ditujukan kepada frontliners. Selanjutnya, e-learning ini akan dikembangkan kepada manager, kepala cabang, hingga direksi.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Menyedihkan, Usaha Bertahan Hidup Penduduk Venezuela

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
PPATK Ajak Pegawai Bank Belajar di SIMANTAP
Artikel Selanjutnya
Ridwan Kamil Ajak Generasi Milenial untuk Beternak