Sukses

Bappenas: Pembangunan Berkelanjutan Bukan Hanya Tugas Pemerintah

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mendukung penerapan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

"Kita harus menyadari bahwa sustainable goal itu bukan hanya tugas pemerintah. Jadi pemerintah harus bisa mengajak elemen di luar Pemerintah," katanya dalam acara 'Sustainable Business Award 2018', (SBA) di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Salah satu elemen yang paling penting kehadirannya dalam penerapan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) adalah pihak swasta.

"Karena tertunya sudah terorganisir dengan baik. Sudah punya resources yang juga cukup adalah swasta. Kita juga ingin partisipasi sektor swasta dalam pencapaian pembangunan berkelanjutan," ujar dia.

Karena itu, kata Bambang, pemerintah mengapresiasi berbagai upaya mendorong pelaksanaan SDGs salah satunya lewat ajang-ajang penghargaan semacam SBA. Pemerintah pun akan terlibat aktif dalam membantu perusahaan dalam penerapan SDGs.

"Jadi dia bisa memasukkan semua unsur SDGs atau sebagian besar unsur SDGs ke dalam praktik bisnis sehari-hari," Kat Bambang.

"(Upaya dari pemerintah?) Pertama tentu kita apresiasi. Kedua kita beri guidance dalam menerapkan. Karena bisa saja setiap perusahaan memiliki interpretasi sendiri-sendiri mengenai SDGs," imbuhnya.

 

2 dari 3 halaman

Perusahaan Makin Sadar

Sementara itu Presiden Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), Shinta Kamdani, mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan dalam SBA melalu serangkaian proses seleksi yang ketat. Dengan demikian penerima penghargaan tentu telah berhasil membuktikan komitmen dalam penerapan SDGs.

"Ini bukan suatu hal yang mudah. Penilaian sangat rigid. Jadi tidak bisa sembarang perusahaan untuk ikut," tegas dia.

Menurut Shinta, untuk SBA 2018 ini tercatat 60 perusahaan yang ikut terlibat dalam SBA. Jumlah peserta ini naik 40 persen dari tahun sebelumnya. Meskipun belum banyak, tapi hal tersebut menunjukkan makin sadarnya perusahaan akan pentingnya penerapan pembangunan berkelanjutan.

"Dari jumlah sudah mulai banyak yang tertarik tidak hanya untuk ikut award, tapi untuk masuk SDGs dalam bisnis model mereka. Ini mungkin sosialiasi yang kami jalankan cukup menarik," tandas Shinta.

Reporter: Wilfridus Setu Embu

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Begini Dampak Ekonomi Langsung Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 ke RI
Artikel Selanjutnya
Perdana, Bappenas Gelar Konferensi SDGs