Sukses

Strategi Garuda Indonesia Berdamai dan Bikin Bahagia Karyawannya

Liputan6.com, Denpasar - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk beberapa waktu lalu sempat mendapat kecaman dari serikat-serikat karyawannya. Bahkan, serikat pilot mengancam akan melakukan aksi mogok.

Direktur Human Capital PT Garuda Indonesia Tbk, Heri Akhyar, menyebutkan untuk memperbaiki sesuatu memang harus dimulai dari dalam diri sendiri.

"Kita lihat sekarang serikat-serikat tidak pernah protes," kata Heri saat ditemui di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, ditulis Senin (22/10/2018).

Heri menjelaskan, untuk membuat karyawan hepi (senang) tidak hanya soal menaikkan gaji. Akan tetapi, memberi beberapa kelonggaran dan aturan baru yang lebih baik dari sebelumnya.

"Tidak hanya soal menaikkan gaji, banyak hal yang bisa kita lakukan," ujar dia.

Heri mencontohkan, saat ini karyawan Garuda Indonesia bisa berpenampilan lebih santai dengan memakai celana jeans dan kaos polo serta sepatu kets.

Penampilan tersebut bahkan dipelopori oleh Direktur Utama yang baru yaitu I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang berpenampilan santai dengan kemeja dan celana jeans serta sepatu kets. Sebelumnya, semua karyawan selalu diwajibkan memakai seragam.

Saat ini, karyawan yang memakai seragam hanya bagian front office yaitu karyawan yang langsung melayani pelanggan seperti di bagian check in pesawat. "Bebas, sekarang lebih relaks (santai)," ujar Heri.

 

2 dari 2 halaman

Jurus Lainnya

Selain itu, perusahaan juga memberikan cuti tahunan tambahan selama 2 hari. Serta pemberlakuan cuti setengah hari.

"Kita juga cuti setengah hari suka ada ngantar anak ke sekolah atau pergi ke dokter, jadi tidak perlu bolos seharian," ujarnya.

Cuti hamil dan melahirkan bagi karyawan perempuan pun ditambah semula 3 bulan menjadi 5 bulan. "Yang hamil selama ini 3 bulan jadi 5 bulan buat menyusui tidak cukup 3 bulan," kata dia.

Cuti ayah bagi yang istrinya melahirkan pun mendapat tambahan semula 2 hari menjadi seminggu atau 7 hari. Selain itu, perusahaan juga menyediakan bus woro wiri gratis untuk karyawan yang tinggal di daerah Tangerang sekitar Bandara Soekarno-Hatta.

PT Garuda Indonesia Tbk menyediakan tempat bekerja kekinian atau co working space untuk karyawan. semua bisa menggunakan tempat tersebut tanpa ada batasan perbedaan jabatan atau karir. Kemudian waktu kerja 8 jam yang lebih fleksibel sehingga karyawan terutama kru kabin bisa pulang lebih cepat.

"Co working space tanpa membedakkan kasta. Cabin crew sudah lebih dekat dengan keluarga batasnya jam 6 sudah pulang agar saat kerja tidak main-main dan makan siangnya tidak kemana-mana," ujar dia.

 

Reporter: Yayu Agustini Rahayu

Sumber: Merdeka.com

 

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Sandiaga: Santri Harus Tekuni Kewirausahaan agar Mandiri
Artikel Selanjutnya
Jokowi Ingin OOC 2018 Berdampak Pada Kepentingan Nasional