Sukses

14 BUMN dan Investor Sepakat Garap Proyek USD 13,5 Miliar

Liputan6.com, Nusa Dua- Sebanyak 14 badan usaha milik negara (BUMN) menandatangani kerja sama dengan investor dalam berbagai proyek. Total nilai kerja sama ini mencapai USD 13,5 miliar.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan penandatangan kerjasama ini sebagai langkah nyata memaksimalkan penyelenggaraan Pertemuan IMF-World Bank yang dihadiri banyak investor di Bali.

"Ada 14 BUMN yang melakukan pendatanganan untuk‎ 19 transaksi dengan total nilai kesepakatan sebesar USD 13,5 miliar‎, untuk sektor pariwisata, migas, kelistrikan, jalan tol, manufaktur dan lain-lain," ujar dia Hotel Inaya, Bali, Kamis (11/106/2018).

Di sektor migas, Pertamina menjalin kerjasama dengan perusahaan asal Taiwan, CPC Corporation dengan nilai USD 6,5 miliar. Melalui kerjasama ini, keduanya akan membangun pabrik nafta cracker yang diharapkan mampu menekan impor dan menghemat devisa hingga USD 2,4 miliar per tahun.

"Untuk pertama kali, Inalum dan Antam akan bekerjasama dengan Aluminium Corporation of China Limited (Chalco) yang akan memproses pengolah bauksit untuk alumina sebesar 1 juta ton per tahun dan akan hemat devisa USD 600 juta us per tahun," ungkap dia.

Selain itu, untuk pertama kalinya juga Angkasa Pura II mengundang calon investor strategis dalam pengembangan Bandara Kualanamu sebagai hub Indonesia.

"Kita juga mengumumkan terobosan pembiayaan terbaru dan inovasi dalam hal lindung nilai, yaitu pembiayaan jalan tol Jasa Marga melalui Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA), juga lindungan nilai berbasis syariah pertama di Indonesia," jelas dia.

Menurut Rini, adanya kerjasama ini membuktikan jika Indonesia masih menjadi negara yang menarik bagi investor, meski di tengah gejolak ekonomi global.

"Ini membuktikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, di tengah ketidakpastian global, investasi di Indonesia tetap bisa tumbuh," tandas dia.

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

2 dari 2 halaman

Ramaikan Pertemuan IMF-World Bank, Jasa Marga Pamer Proyek Tol Garapan

PT Jasa Marga (Persero) Tbk turut meramaikan pertemuan tahunan IMF-WBG 2018 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

Perseroan berpartisipasi dalam pameran bertajuk Indonesia Pavilion-Rediscovering Indonesia di pertemuan IMF-World Bank 2018 yang merupakan kerja sama antara Kementerian BUMN dengan kementerian lain serta berbagai perusahaan pelat merah.

Pada pameran itu, Jasa Marga menampilkan model jaringan jalan tol Jabotabek yang merupakan ruas-ruas jalan tol dengan volume lalu lintas tertinggi.

Terdapat tiga jaringan utama sistem jalan tol di Jakarta, di luar jalan tol radial, yaitu Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR), dan yang saat ini masih dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan Jalan Tol JORR 2. 

Dari enam ruas jalan tol JORR 2, Jasa Marga mengelola tiga ruas melalui Anak Perusahaannya, yaitu Cengkareng-Kunciran, Kunciran-Serpong, dan Serpong-Cinere. 

Hingga awal Oktober 2018, kemajuan konstruksi ketiga proyek dengan total panjang 35,5 km adalah sebagai berikut:

- Cengkareng-Kunciran (14,2 km) dioperasikan oleh PT Jasamarga Kunciran Cengkareng dengan progres konstruksi 22,87 persen dan pembebasan lahan sebesar 50,82 persen.

- Kunciran-Serpong (11,2 km) dioperasikan oleh PT Marga Trans Nusantara dengan progres konstruksi 70,44 persen. dan pembebasan lahan sebesar 97,33 persen.

- Serpong-Cinere (10,1 km) dioperasikan oleh PT Cinere Serpong Jaya dengan progres konstruksi 49,03 persen dan pembebasan lahan sebesar 86,08 persen.

"JORR 2, khususnya PT MTN yang mengoperasikan Kunciran-Serpong progresnya sudah sangat tinggi. Kami optimis dapat dioperasikan pada bulan April tahun 2019. Progres untuk ketiga ruas tersebut berbeda-beda, hal ini terkait dengan pembebasan lahan di masing-masing proyek," ujar Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dalam keterangan tertulis, Rabu (10/10/2018).

 

 

Live Streaming Emtek Goes To Campus 2018 di Yogyakarta

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Ekonom Ini Prediksi Sulit Raih Keuntungan Jangka Pendek di Wall Street
Artikel Selanjutnya
Investor Khawatir Ekonomi Global, Harga Minyak Susut Dua Persen