Sukses

Sri Mulyani Tinjau Terminal 3 Bandara Soetta

Liputan6.com, Jakarta - Setelah akhir pekan lalu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang meninjau persiapan akhir Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta (Bandara Soetta), giliran Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Ketua Inasgoc Eric Tohir yang meninjau lokasi yang sama, Senin pagi (13/8/2018).

Dari pantauan di lokasi, Sri Mulyani langsung melakukan pengecekan kesiapan petugas VAT (Value Added Tax) Refund di Bandara Soetta. Sri Mulyani meminta kepada petugas VAT Refund untuk melayani pengguna jasa sebaik mungkin.

"Jangan sampai seperempat jam. Kedatangan harus cepat. Pelayanan cepat. Pas volume banyak terima tamu banyak harus terampil," tutur Sri Mulyani di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin (13/8/2018).

Selanjutnya, Sri Mulyani mengecek kesiapan petugas Bea Cukai di Posko Bea Cukai yang berada di keberangkatan internasional Terminal 3. Dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan pelayanan imigrasi yang menggunakan Automatic Gate.

 

Dia juga mengimbau kepada petugas imigrasi agar menggunakan dana dan anggaran se-efisein mungkin. "Semua harus sesuai dan efisien ya anggarannya," ujar Sri kepada petugas Imigrasi.

Tak lupa, Menteri Keuangan Republik Indonesia Ke-26 tersebut mengimbau kepada seluruh petugas yang bertugas agar selalu mengedepankan keramahan.

"Semuanya harus sigap ya. Harus siap dan bisa bahasa inggris semua ya. Karena bandara ini adalah wajah pertama Indonesia. Jadi kita harus tampilkan kecantikan kita kepada dunia," kata Sri Mulyani kepada petugas akreditasi Asian Games.

Dalam peninjauan ini, Menteri Sri Mulyani tidak sendiri, dia juga didampingi Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi dan Ketua Asian Games 2018, Erick Thohir. 

Tampak hadir dalam peninjauan kesiapan tersebut seluruh Pimpinan Instansi atau Komunitas Bandara Soekarno-Hatta (Kombata).

Mulai dari Kepala Otban Wil I Soekarno-Hatta Bagus Sunjoyo, Kepala Bea Cukai Erwin Situmorang, Kepala Imigrasi Enang Supriyadi Syamsi, Kepala KKP dr. Anas Ma'aruf, Kapolresta Kombes Pol Victor Togi Tambunan, Kepala BKIPM Habrin Yake. (Pramita tristiawati)

 

2 dari 2 halaman

Menhub Budi dan Menteri Rini Cek Kesiapan Bandara Sambut Asian Games

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau langsung penyambutan delegasi dan official Asian Games 2018 melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Empat bandara di bawah PT Angkasa Pura II yaitu Bandara Palembang, Soekarno-Hatta, Halim Perdana Kusumah dan Kertajati dipastikan siap menyambut delegasi dari 45 negara peserta Asian Games.

“Dilaporkan dari sisi infrastruktur seluruhnya sudah siap, baik di Soekarno-Hatta dan Palembang. Terutama Garuda Indonesia yang merupakan armada utama untuk melayani seluruh delegasi ke Soetta dan Palembang," ucap Ketua Satgas Asian Games Bandara Soekarno-Hatta, Agus Haryadi, di posko utama Asian Games 2018, Tangerang, Sabtu 11 Agustus 2018.

Persiapan penyambutan delegasi tamu Asian games 2018 ini, lanjut dia, telah dilakukan pihaknya sejak H-10 atau sekitar 8 Agustus 2018. Penyambutan itu masih terus dilakukan penyempurnaan.

Pada praktiknya, Agus menuturkan, penyambutan kedatangan atlet mulai dari bandara hingga tiba di hotel tujuan para delegasi dan atlet telah disiapkan sehingga tidak menyatu dengan alur penumpang reguler.

"Secara keseluruhan penyambutan delegasi Asian Games di terminal 2 dan 3. Flownya sudah kami atur sedemikian rupa agar para delegasi ini bisa cepat bergerak menuju bus untuk menuju venue dan hotel mereka," kata Agus.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi PT Angkasa Pura II yang telah berusaha keras dalam meningkatkan pelayanan terhadap delegasi Asian Games 2018 di semua bandara yang dikelolanya.

"Saya apresiasi AP II dalam mengkordinir ini dengan baik ke seluruh stake holder di bandara termasuk TNI dan Polri. Saya pinta bandara-bandara melayani delegasi dan official Asian Games ini bekerja dengan baik dalam memberikan servicenya," kata dia.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Video Populer Bisnis

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Sri Mulyani Siap Jual Bali demi Bayar Utang?
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani: Rupiah Tembus 14.600 per Dolar AS Imbas dari Krisis Turki