Sukses

Aksi Ambil Untung Bikin IHSG Melemah Tipis

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak variasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham Selasa pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (7/8/2018), IHSG melemah tipis 9,8 poin atau 0,16 persen ke posisi 6.091,25. Indeks saham LQ45 susut 0,37 persen ke posisi 967,57. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan kecuali indeks saham DBX naik 0,09 persen.

Sebanyak 215 saham melemah sehingga menekan IHSG. 168 saham menguat dan 131 saham lainnya diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.113,99 dan terendah 6.079,48. Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 394.358 kali dengan volume perdagangan 8,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,4 triliun.

Investor asing beli saham Rp 85,55 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.432.

Sebagian besar sektor saham tertekan. Sektor saham pertanian melemah 0,86 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur susut 0,74 persen dan sektor saham keuangan melemah 0,75 persen.

Sedangkan sektor tambang naik 1,37 persen, dan bukukan penguatan terbesar. Disusul sektor saham industri dasar mendaki 1,29 persen.

Saham-saham bukukan penguatan terbesar antara lain saham FILM naik 49,52 persen ke posisi 314 per saham, saham RIGS melonjak 25 persen ke posisi 350 per saham, dan saham DUTI menanjak 24,86 persen ke posisi 4.370 per saham.

Sementara itu, saham JSPT turun 24,91 persen ke posisi 1.100 per saham, saham TMAS melemah 22,71 persen ke posisi 800 per saham, dan saham TRUK susut 16,06 persen ke posisi 230 per saham.

Bursa Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,54 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,60 persen, indeks saham Jepang Nikkei naik 0,69 persen.

Selanjutnya indeks saham Thailand menanjak 0,70 persen, indeks saham Shanghai menguat 2,74 persen, dan indeks saham Singapura mendaki 1,8 persen. Sedangkan indeks saham Taiwan melemah 0,37 persen.

Analis PT Binaartha Sekuritas, Nafan Aji menilai, banyak sentimen positif pada Selasa pekan ini antara lain penguatan harga minyak dunia, rupiah dan sebelumnya rilis data pertumbuhan ekonomi kuartal II sebesar 5,27 persen. Angka itu di atas harapan pasar. Namun, pelemahan IHSG menurut Nafan disebabkan faktor psikologis.

"Aksi ambil untung oleh pelaku pasar setelah indeks kemarin mengalami penguatan signifikan,” ujar dia.

 

2 dari 2 halaman

IHSG Menguat di Awal Sesi Perdagangan

Sebelumnya, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada Selasa (7/8/2018). Penguatan IHSG dipicu aksi beli yang dilakukan investor.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, IHSG turun tipis 1,12 poin atau 0,02 persen ke posisi 6.100,003. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah dan menguat 8,702 poin atau 0,14 persen ke posisi 6.109,833.

Indeks saham LQ45 mendaki 0,15 persen ke posisi 957,208. Sebagian besar indeks saham acuan kompak menghijau. Sebanyak 108 saham menguat sehingga mengangkat IHSG ke zona hijau. 23 saham melemah dan 114 saham diam di tempat.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.113,843 dan terendah 6.099,20. Total frekuensi perdagangan saham 21.842 kali dengan volume perdagangan 313,7 juta saham.

Nilai transaksi harian saham Rp 119 miliar. Investor asing beli saham Rp 48,6 miliar di seluruh pasar dan investor domestik Rp 267,9 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran 14.478.

Sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham pertanian melemah 0,07 persen. Sektor saham pertambangan naik 0,75 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor perdagangan 0,42 persen dan sektor industri 0,35 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan terbesar antara lain saham FILM naik 49,52 persen ke posisi Rp 314 per saham, saham BIPP melonjak 16,88 persen ke posisi Rp 90 per saham, dan saham SKBM menanjak 16,67 persen ke posisi Rp 500 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham ETWA turun 10,34 persen ke posisi Rp 78 per saham, saham TOPS merosot 5,17 persen ke posisi Rp 825 per saham, dan saham SDPC tergelincir 4,85 persen ke posisi Rp 98 per saham.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
MD Pictures Alokasikan Saham Perdana buat Artisnya
Artikel Selanjutnya
Marak Aksi Beli, IHSG Kembali Menguat