Sukses

Jokowi: Dulu China Belajar soal Tol ke RI, Sekarang Kita Justru Tertinggal

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (Ruas Ngawi-Wilangan) pada Kamis ini. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jalan Tol Ngawi Kertosono adalah anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ).

Ruas Tol Ngawi – Wilangan dibangun oleh PT NKJ, yang meliputi Seksi I Klitik – SS Madiun (20 Km), Seksi II SS Madiun – SS Caruban (8,45 Km) dan SS Caruban – Nganjuk (Wilangan) (21,06 Km).

Sisanya sepanjang 37,5 Km dibangun oleh Pemerintah sebagai bagian dari VGF _(Viability Gap Funding)_ terhadap Jalan Tol Ngawi – Kertosono, dan setelah selesai dibangun akan dioperasikan juga oleh PT NKJ.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, serta Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna.

Jokowi menyampaikan, negara yang lamban akan tertinggal. Jokowi mencontohkan, pada tahun 1977, Indonesia membangun Tol Jagorawi. Usai jalan tol tersebut diresmikan, banyak negara belajar ke Indonesia. Namun, ternyata saat ini Indonesia justru tertinggal.

"Malaysia nengok Jagorawi seperti apa, proses konstruksi seperti apa, manajemen seperti apa. Vietnam juga melihat. Filipina melihat kita. China melihat kita. Setelah itu, total 40 tahun sampai 2014, kita hanya membangun 780 km jalan tol. Bandingkan dengan China yang dulunya belajar ke kita sekarang sudah memiliki 280 ribu km jalan tol. Betapa kita sangat tertinggal jauh,” papar Jokowi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (29/3/2018).

Dengan ketertinggalan tersebut, saat ini Indonesia ingin mengejar. Tidak hanya jalan tol, jalan nasional, bandara, atau pelabuhan, namun juga berbagai proyek infrastruktur lainnya. Kalau Indonesia tidak segera bangkit memperbaiki kondisi ini, lanjut Jokowi, maka negara ini akan makin tertinggal dengan negara-negara tetangga lainnya.

“Tahapan besarnya adalah investasi di bidang infrastruktur. Dan, tahapan besar berikutnya adalah investasi di bidang SDM,” tekan presiden.

 

2 dari 2 halaman

Total Investasi

Jalan Tol Ngawi-Kertosono sendiri dibangun dengan total investasi Rp 9,73 triliun. Jalan tol ini akan memiliki empat gerbang tol (GT), yakni GT Ngawi, GT Madiun, GT Caruban, GT Nganjuk, dan GT Wilangan (sementara). Keempat GT tersebut hanya melayani transaksi nontunai (cashless).

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan, terdapat enam rest area di sepanjang Jalan Tol Ngawi-Kertosono di mana sebanyak empat rest area terdapat di Seksi Ngawi-Wilangan, dan dua rest area lainnya berada di Seksi Wilangan-Kertosono.

Pengguna jalan tol dapat menikmati Jalan Tol Ngawi-Kertosono, Ruas Ngawi-Wilangan secara gratis selama periode sosialisasi, yaitu mulai tanggal 31 Maret sampai dengan 9 April 2018. Dimana selanjutnya besaran tarif tol akan diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan Menteri PUPR.

Jika sudah dioperasikan, Jalan Tol Ngawi Kertosono Ruas Ngawi-Wilangan dapat memangkas biaya logistik karena distribusi barang antar dua kota tersebut menjadi lebih cepat. Pengguna jalan bila menggunakan jalan arteri Ngawi - Wilangan memerlukan waktu 1,5 jam, apabila lewat jalan tol hanya memerlukan waktu sekitar 35-40 menit.

Dengan dioperasikannya jalan tol ini, maka semakin menambah panjang daftar pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang terbentang dari Merak hingga Banyuwangi. Ini juga menjadi bukti kuat komitmen Jasa Marga dalam mewujudkan konektivitas wilayah melalui pembangunan jalan tol, serta mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah sekitar jalan tol. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Ada Tol Layang, Menhub Ingin Waktu Tempuh Jakarta-Bandung Kurang dari 3 Jam
Artikel Selanjutnya
Ibu Kota Baru Butuh Lebih Banyak Jalan Tol?