Sukses

Bandara Morowali Siap Diresmikan Presiden Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Bandar Udara (Bandara) Morowali yang berada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah siap diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat ini fasilitas penerbangan baik dari sisi darat dan udara sudah terpasang dengan baik. Bahkan beberapa maskapai sudah melakukan operasional penerbangan di bandara ini.

Bandara Morowali mulai dibangun pada 2007 yang merupakan inisiatif Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali. Pembangunannya menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Pembangunan fisik berjalan cukup lambat. Pembangunan bertahap baik sisi udara seperti landasan pacu, taxiway dan apron serta sisi darat seperti terminal penumpang dan gedung perkantoran.

Dalam tiga tahun terakhir Pembangunan fisik dibantu oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan menggunakan dana APBN. Hingga 2017 ini, dana APBD yang sudah digunakan sebesar Rp 21 miliar. Sedangkan dana APBN yang digunakan sebesar Rp 345,5 miliar.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso menyatakan bahwa setelah dikebut di tahun-tahun terakhir Bandara Morowali sudah siap digunakan dan menunggu diresmikan.

Bandara Morowali kini sudah bisa dioperasionalkan untuk membuka konektivitas di kawasan Kabupaten Morowali menuju kota-kota besar di sekitarnya seperti Palu, Poso, Kendari dan Makassar.

"Fasilitasnya sudah berfungsi dengan baik dan sumber daya manusianya juga sudah siap untuk mendukung keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan,” ujar Agus kepada wartawan, Rabu (14/3/2018).

Menurut Agus, keberadaan Bandara Morowali ini sangat diperlukan untuk menunjang konektivitas masyarakat Morowali menuju kota-kota besar lain yang jaraknya sangat jauh.

Dengan semakin terbukanya konektivitas transportasi di daerah tersebut, diharapkan potensi daerah bisa semakin dikembangkan dan dipasarkan sehingga perekonomian masyarakat Morowali juga ikut meningkat.

Terkait dengan hal tersebut, Agus Santoso juga mengapresiasi kebijakan pengelola bandara setempat yang mengambil tenaga kerja kerja bandara dari masyarakat sekitar.

“Saat ini ada 28 personil sumber daya manusia di Bandara yang sebagian berasal dari masyarakat sekitar. Hal ini sangat bagus, sesuai dengan kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo agar semua proyek infrastruktur juga bisa mendayagunakan masyarakat sekitar. Dengan demikian juga ada rasa memiliki dari masyarakat terhadap kehadiran bandara ini,” tambah Agus.

 

1 dari 2 halaman

Konektivitas

Keberadaan Bandara Morowali juga sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat. Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali Jafar Hamid, transportasi udara yang cepat diperlukan oleh masyarakat Morowali untuk menuju kota-kota besar terdekat mengingat jarak yang sangat jauh.

“Jarak Morowali ke Palu sekitar 520 km dan biasa ditempuh 11-12 jam naik mobil. Sedangkan jarak ke Poso dan Kendari lebih dari 300 km yang bisa ditempuh 7-8 jam naik mobil. Kalau naik pesawat waktunya hanya 30 menit sampai 1 jam perjalanan. Jadi masyarakat di sini sangat antusias kalau ada penerbangan,” ujar Jafar.

Menurut Jafar, hal tersebut dibuktikan saat ada penerbangan carter Transnusa pada akhir tahun 2017 lalu dengan menggunakan pesawat ATR 42. Masyarakat harus memesan tiket seminggu sebelumnya mengingat kapasitas pesawat yang cuma 42 kursi tetapi permintaan masyarakat membludak.

Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali, menurut Jafar sudah mempersiapkan segala fasilitas pendukung jika Bandara Morowali diresmikan dan beroperasi secara komersial.

Di antaranya dengan mempersiapkan angkutan darat lanjutan dari bandara menuju kota Morowali yang jaraknya sekitar 50 km.

Selain itu juga sudah melakukan pembebasan lahan untuk pengembangan bandara, di antaranya pembebasan lahan untuk landasan pacu sehingga bisa diperpanjang mencapai 2.200 meter.

Saat ini Bandara Morowali berada di lahan seluas 158 hektar. Bandara ini mempunyai panjang landasan pacu berukuran 1.050 m x 30 m, apron 80 m x 70 m dan taxiway 192 m x 18 m. Bandara juga memiliki gedung terminal seluas 1000m2 dengan kapasitas pelayanan untuk 100 orang.

Di dalam gedung terminal juga terdapat fasilitas dua gerbang X-ray, dua unit conveyor belt (band berjalan) untuk bagasi penumpang keberangkatan dan kedatangan serta dua unit konter check-in.

Selain itu, bandara juga dilengkapi beberapa gedung lain seperti gedung perkantoran dan gedung fasilitas Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Kemenhub Rilis Surat Edaran Pembatasan Powerbank di Pesawat
Artikel Selanjutnya
Menhub Budi Ajak Santri Sekolah Transportasi