Sukses

Kiat Bertahan Secara Emosi dan Keuangan Usai Kena PHK

Liputan6.com, Jakarta - Begitu banyak orang yang kehilangan pekerjaan setiap tahun, hal ini tentu saja membuat mereka menghadapi segudang masalah keuangan yang tak terduga dan menghadapi hilangnya kepercayaan diri serta harapan di masa depan. 

Jika Anda mengalami keadaan ini, jangan menyerah. Salah satu kunci mengatasinya adalah dengan tetap berpikir positif dan selalu berusaha melakukan yang terbaik. 

Beberapa pakar profesional membagi tipsnya bagaimana Anda yang kehilangan pekerjaan bisa bertahan baik secara finansial dan emosional.

"Jangan menyerah, kelilingi diri Anda dengan orang-orang yang positif," kata seorang Pakar Pelatihan Kerja di Australia Grazina Fechner seperti dikutip dari Daily Mail, Minggu (11/3/2018)

Grazina juga menyarankan agar tetap memperbarui CV sekalipun sudah kehilangan pekerjaan. “Tersenyumlah setiap hari, dekatkan diri Anda dengan orang baik dan pergi keluar, lakukan apa saja yang bisa membuat Anda bahagia," jelas dia.

Sementara bagi Anda yang telah memiliki simpanan uang, jangan sampai salah jalan dalam menggunakannya, jika bisa, simpanlah uang itu selama mungkin. 

“Jangan tergoda untuk menghabiskan semuanya sekaligus, tinggalkan di rekening Anda sebagian untuk beberapa waktu ke depan dan pikirkan baik-baik tentang cara membelanjakannya,” kata Editor Majalah Uang Effie Zahos. 

 

1 dari 3 halaman

Jalur Karier Baru

Kehilangan pekerjaan Anda juga merupakan kesempatan bagi Anda untuk menemukan jalur karir baru. Pada tahun 2015, Jo Green mengakhiri pekerjaannya sebagai Manajer Penggalangan Dana dan kemudian memulai bisnis pembinaan karirnya hingga sukses yang berlabel Jo Coaching. 

"Saya mencatat apa yang paling penting bagi saya di tempat kerja, apa yang harus saya miliki termasuk membuat perbedaan dengan bekerja secara mendalam dengan sejumlah kecil orang. Pengorganisasian, pemecahan masalah dan kesempatan untuk terus belajar hal-hal baru saya buatkan dalam daftar,” kata Jo. 

Selanjutnya dia membuat sejumlah pertanyaan  'apa' dan 'mengapa' dalam kariernya. "Saya bertanya pada diri sendiri, mengapa ini dan bukan itu? Menganalisis daftar tiga dari lima bidang yang paling saya minati : psikologi, pembinaan dan penelitian semua berasal dari sumber yang sama. Akhirnya saya sadar bahwa saya membutuhkan karir yang sesuai dengan keinginan saya," tambahnya. 

Begitu Jo menemukan pekerjaan yang menurutnya cocok, dia menemukan cara untuk mewujudkannya. "Saya ikut kursus, mengembangkan diri dan selalu bekerja sesuai yang saya inginkan. Saya tahu bahwa membuat keputusan perubahan karir akan bergantung pada seberapa baik saya menguji tentang apa yang benar untuk saya,” jelas Jo. 

 

2 dari 3 halaman

Bangkit Kembali

Pendiri blog populer Interiors Addict dari Australia, Jen Bishop mengaku di tahun 2013 ia sempat mengalami periode jatuh bangun ketika meluncurkan bisnis impiannya. 

“Ketika saya berpikir apa yang saya lakukan adalah suatu pemborosan, dunia saya rasanya hancur berantakan. Apalagi setelah pekerjaan Anda tiba-tiba diambil oleh bawahan Anda, Anda juga hanya memiliki kendali nol terhadapnya dan bila tidak ada hubungannya dengan penampilan Anda, itu adalah salah satu perasaan terburuk yang pernah ada,” terang Jen. 

Akhirnya, Jen Mengakui, setelah mengalami banyak tekanan dan air mata, ia bisa memutuskan bahwa ini adalah cobaan terbaik yang pernah ia dapatkan, dan ia mencoba bangkit dengan membuat blog Interiors Addict yang telah ditulisnya sepanjang waktu luang selama 18 bulan terakhir, dan kini blog itulah yang menjadi bisnisnya hingga menggapai sukses. 

"Kini saya memiliki pendapatan yang lumayan dan bisa dikatakan berlebih. Saya menjadi sangat bertekad untuk sukses dan tidak membiarkan pengalaman membuat saya kecewa bahwa saya tidak pernah bekerja lebih keras,” jelasnya. 

Sekarang Jen memiliki bisnis yang berkembang dan merasa lebih bahagia dari sebelumnya. “Saya tidak pernah mendapatkan lebih banyak sebelum ini dan bisa menikmati pekerjaan sekarang. Sebagai seorang ibu, saya sangat bersyukur menjadi atasan bagi saya sendiri dan memiliki fleksibilitas yang memungkinkan saya meluangkan lebih banyak waktu dengan putra saya daripada saya bekerja sebagai seorang karyawan," tambahnya. 

“Saya juga mendengar begitu banyak cerita tentang orang-orang yang memulai bisnis mereka sendiri setelah mengalami kegagalan, jadi meski sering merasa tidak enak pada saat itu, justru hal tersebut yang mengarah pada hal-hal yang lebih besar dan lebih baik untuk masa depan,” pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
5 Perasaan Canggung yang Biasanya Dialami Pegawai Baru
Artikel Selanjutnya
Jangan Membawa Pekerjaan Kantor ke Rumah, Ini Alasannya