Sukses

Siap Beroperasi 2018, Jokowi Pamerkan Simpang Susun Jombang

Liputan6.com, Jakarta - Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur. Alasannya, adanya infrastruktur menjadi salah satu jalan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun terus memantau pembangunan infrastruktur. Salah satunya adalah proyek Trans Jawa. Dalam proyek ini, pemerintah membangun tol sepanjang 929,7 kilometer (km) dari ujung barat hingga ujung timur Pulau Jawa.

Dikutip dari akun facebook resmi Presiden Joko Widodo, Minggu (14/1/2018), Jokowi pun memamerkan kemajuan salah satu bagian dari proyek Trans Jawa yaitu Simpang Susun Jombang yang berada di ruas tol Jombang-Mojokerto.

"Tahun 2018 ini, Insya Allah, sepanjang 929,7 kilometer jalur itu dari Merak di Banten sampai Surabaya di Jawa Timur, sudah dapat beroperasi," tulis Jokowi.

Berikut tulisan lengkap Presiden Jokowi tersebut:

Inilah Simpang Susun Jombang di ruas tol Jombang-Mojokerto, yang berada di jalur Trans Jawa: jalan tol sepanjang 1.167 kilometer dari Merak hingga Banyuwangi, dari ujung barat sampai timur Pulau Jawa.

Tahun 2018 ini, Insya Allah, sepanjang 929,7 kilometer jalur itu dari Merak di Banten sampai Surabaya di Jawa Timur, sudah dapat beroperasi.

Beberapa ruas tol yang ditargetkan selesai dan beroperasi tahun ini yakni di ruas Pejagan-Pemalang untuk seksi Brebes Timur-Pemalang (38 km) pada Maret 2018, Pemalang-Batang (39 km) bulan Juli 2018, Batang-Semarang (75 km) pada Mei 2018.

Semarang-Solo dari Salatiga-Kertosuro (33 km) pada Juli 2018, lalu Solo-Ngawi (90 km), Ngawi-Kertosono (87 km) dari Ngawi-Nganjuk (50 Km) beroperasi Januari 2018 dan Saradan-Kertosono (37 Km) operasi Desember 2018.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

Pembebasan Lahan

Pembebasan tanah cukup baik dan ditargetkan selesai seluruhnya akhir bulan ini, lalu selebihnya adalah percepatan konstruksi.

Ada ruas tol yang menghadapi masalah teknis seperti di Pemalang-Batang karena berada di jalur hamparan tanah lunak sehingga harus menggunakan teknologi vakum yang sudah kita terapkan di beberapa ruas tol Trans Sumatera.

Percepatan pembangunan jalan tol sebagai bagian dari sistem jaringan jalan nasional ini adalah ikhtiar kita meningkatkan produktivitas rakyat, daya saing bangsa dan mendorong kemajuan peradaban bangsa.

Tol Trans Jawa dibutuhkan untuk mengurangi biaya logistik dan meningkatkan kelancaran konektivitas di Pulau Jawa yang memiliki kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel Selanjutnya
Pujian Airlangga untuk Jokowi sebagai Presiden Multimoda Transportasi
Artikel Selanjutnya
Bandara Kertajati Beroperasi Bisa Kurangi Ketimpangan Ekonomi