Sukses

IHSG Berpeluang Naik, Awasi 7 Saham Pilihan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Kamis pekan ini.

Analis PT Asjaya Indosurya Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, pola gerak IHSG masih terlihat dalam rentang konsolidasi wajar sebelum lanjutkan kenaikan.

Ia menuturkan, rilis data ekonomi mengenai penjualan ritel yang terjadi peningkatan akan turut memberikan sentimen positif. Selain itu juga didukung aliran dana investor asing yang masih terus terjadi.

"IHSG akan bergerak di kisaran 6.189-6.447. IHSG berpotensi naik, namun bila terjadi koreksi dapat diakumulasi beli," ujar William dalam ulasannya, Kamis (11/1/2018).

Sementara itu, Analis PT Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi menuturkan, IHSG akan kembali bergerak tertahan hingga melemah. IHSG akan bergerak di kisaran 6.325-6.375.

"IHSG secara teknikal bergerak melanjutkan koreksi. IHSG akan menguji level support di 6.355 sebagai konfirmasi koreksi lebih lanjut," ujar Lanjar.

Untuk pilihan saham, Lanjar memilih saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Elnusa Tbk (ELSA) untuk dicermati pelaku pasar.

Sedangkan William memilih saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG melemah tipis 1,97 poin ke level 6.371,17 usai sempat sentuh rekor tertinggi pada sesi pertama. Sektor industri dasar, properti menjadi penekan IHSG. Investor asing pun melakukan aksi beli Rp 102,5 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

 

1 dari 2 halaman

IHSG Melemah Terbatas Kemarin

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah usai sempat menguat di awal sesi perdagangan. Akan tetapi, IHSG hanya melemah tipis.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu 10 Januari 2018, IHSG turun tipis 1,97 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.371,17. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,15 persen. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Ada sebanyak 187 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. 170 saham menguat sehingga menahan pelemahan IHSG. 112 saham diam di tempat.

Pada Rabu pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.412,02 dan terendah 6.355,21. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 343.975 kali dengan volume perdagangan 9,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,7 triliun. Investor asing melakukan aksi beli Rp 135,35 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.423.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham aneka industri naik 1,01 persen, sektor saham perdagangan mendaki 0,48 persen dan sektor tambang menanjak 0,27 persen.

Sektor saham industri dasar susut 0,76 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham konstruksi melemah 0,31 persen dan sektor saham infrastruktur melemah 0,14 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan terbesar antara lain saham PTRO naik 10,94 persen ke posisi Rp 2.130 per saham, saham MEDC menguat 9,09 persen ke posisi Rp 1.080 per saham, dan saham DOID menanjak 7,74 persen ke posisi Rp 905.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham JMAS melemah 7,91 persen ke posisi Rp 815, saham APLN tergelincir 4,31 persen ke posisi Rp 222, dan saham PNBS susut 3,95 persen ke posisi Rp 73.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,20 persen, indeks saham Shanghai melonjak 0,23 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi tergelincir 0,42 persen, indeks saham Jepang Nikkei melemah 0,26 persen, indeks saham Singapura turun 0,23 persen dan indeks saham Taiwan menanjak 0,77 persen.

Artikel Selanjutnya
Rupiah Sempat Tembus 13.800 per Dolar AS, IHSG Turun Terbatas
Artikel Selanjutnya
IHSG Naik Terbatas di Awal Sesi Perdagangan