Sukses

5 Profesi di Indonesia yang Mempertaruhkan Nyawa

Liputan6.com, Jakarta - Bekerja adalah cara yang dilakukan orang-orang di seluruh dunia untuk menghasilkan uang. Uang yang didapatkan nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun tidak semua pekerjaan yang dikerjakan oleh seseorang aman. Artinya, sebagian dari pekerjaan tersebut terkadang akan membahayakan nyawa dari pekerja itu sendiri.

Seiring berjalannya waktu, keselamatan kerja karyawan atau K3 semakin ditingkatkan di Indonesia. Bahkan ada orang khusus yang akan menangani keselamatan kerja karyawan. Hal ini menjadi bukti bahwa karyawan itu sendiri sangat berharga di mata perusahaan.

Lagipula, perusahaan mana yang ingin kehilangan karyawan terbaiknya? Berikut ini adalah lima profesi yang dapat membahayakan nyawa para pekerja seperti dikutip dari Cermati.com:

1. Karyawan Konstruksi Bangunan

Pembangunan menjadi salah satu bidang yang berkembang sangat pesat, terutama di kota-kota maju, seperti Jakarta dan Surabaya. Maka tak heran jika konstruksi dapat ditemukan dengan mudah, bahkan hampir di setiap daerah.

Pernahkah Anda bayangkan bagaimana nasib pekerja bangunan yang ada di lantai paling atas sebuah gedung? Tidak takutkah ia berada di sana? Bagaimana jika silap mata, tiba-tiba ia terjatuh dari lantai paling atas? Hal ini sangat menyeramkan. Maka dari itu, karyawan konstruksi bangunan menjadi pekerjaan yang seringkali merampas nyawa.

Siapapun yang bekerja sebagai karyawan konstruksi sudah seharusnya berhati-hati ketika bekerja. Jangan terlalu sering melamun dan fokuslah pada apa yang dikerjakan. Hal ini akan sangat membantu agar tetap hidup hingga proyek konstruksi selesai dikerjakan. (Baca Juga: Tempat Liburan di Bandung yang Memberi Arti Beli Pengalaman yang Sesungguhnya)

2. Tukang Listrik

Sama halnya seperti karyawan konstruksi, tukang listrik juga menjadi pekerjaan yang paling berbahaya. Bagaimana tidak, sehari-hari ia akan berurusan dengan aliran dan tegangan listrik. Bagaimana jika sekring lupa dimatikan?

Bagaimana pula kalau tangan tukang listriknya sedikit basah? Tentu dapat berakibat sangat fatal. Belum lagi jika tukang listrik sedang memperbaiki antena TV yang ada di atas atap rumah.

Pekerjaan menjadi seorang tukang listrik memang butuh kehati-hatian yang ekstra. Silap mata, maka nyawa akan hilang. Untuk itu, tukang listrik perlu detail menjaga sekujur tubuhnya dari yang namanya air sebelum mulai memperbaiki listrik.

2 dari 4 halaman

3. Supir Truk

Wilayah di Indonesia terdiri dari daratan dan lautan. Walaupun persentase lautan lebih besar daripada daratan, namun hampir semua proses distribusi dilakukan lewat jalur darat. Jarak yang ditempuh supir truk pun sangatlah jauh, bahkan ratusan kilometer.

Bagaimana kalau supir truknya tunggal dan ia mengantuk di tengah jalan? Maka tidak heran kalau kasus kecelakaan supir truk semakin meningkat dari hari ke hari. Risiko kelelahan yang dialami supir truk menjadi penyebab utama mengapa terjadi kecelakaan.

Syukur kalau supir truknya memiliki program asuransi. Sehingga masih ada biaya tanggungan yang akan diberikan kepada keluarga saat kepala keluarganya meninggal. Kalau tidak, mau jadi apa?

3 dari 4 halaman

4. Awak Pesawat

Menjadi awak pesawat adalah pekerjaan idaman bagi semua orang. Gaji yang besar, tunjangan akhir tahun, fasilitas mewah, jalan-jalan gratis, siapa yang tidak mau? Sangat nikmat memang, akan tetapi menjadi awak pesawat menjadi pekerjaan yang berisiko tinggi.

Mereka seringkali dihadapkan dengan ketinggian dan keadaan cuaca yang ekstrim. Jika sang pilot tidak berhati-hati dan mendengar aba-aba, semua nyawa penumpang termasuk awak pesawat akan terancam.

Maka dari itu, hampir semua perusahaan penerbangan memberikan jaminan asuransi bagi semua kru pesawat. Hal ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas keselamatan bagi semua kru pesawat.

4 dari 4 halaman

5. Tukang Parkir

Pekerjaan menjadi tukang parkir memang terlihat sangat sepele. Akan tetapi, jenis pekerjaan ini juga dapat membahayakan nyawa dari pekerjaannya. Bayangkan saja saat tukang parkir ingin meminta uang parkir, tiba-tiba mobil pergi begitu saja.

Syukur kalau tukang parkirnya merelakan uang parkir yang tidak seberapa itu. Kalau dia mengejar mobil tersebut demi uang seribu atau dua ribu rupiah, apa jadinya? Bagaimana kalau ada mobil atau sepeda motor yang melaju kencang dan menabrak tukang parkir tersebut?

Siapa yang akan bertanggung jawab? Walaupun pekerjaan ini sangat sepele, kita perlu menghargainya. Bayarkan uang parkir setelah usai berkunjung di satu tempat.

Dengan demikian, tukang parkir dapat melakukan pekerjaannya dengan baik. Ia juga tidak perlu mengejar-ngejar Anda dan kehilangan nyawanya karena jumlah yang tidak seberapa.

Semakin Tinggi Gaji Semakin Tinggi Risikonya

Pekerjaan dengan tingkat gaji yang besar biasanya memiliki risiko yang lebih besar pula. Tapi tak jarang juga pekerjaan dengan gaji tidak seberapa, risikonya besar. Untuk itu, sangat perlu untuk berhati-hati dalam menyelesaikan pekerjaan.