Sukses

Jawa Barat Diramal Bakal Kekurangan Gas di 2019

Liputan6.com, Jakarta PT Pertamina (Persero) menyatakan Provinsi Ja‎wa Barat akan mengalami kekurangan pasokan gas terbesar pada 2030 mencapai 2.500 MMSCFD. Pasokan gas di Jawa Barat tak sebanding dengan permintaan yang meningkat

Senior Vice President Gas and Power Gas Directorate Pertamina‎ ‎Djohardi Angga Kusumah mengatakan, saat ini konsumsi gas Indonesia sebesar 3 ribu sampai 3.500 MMSCFD, sedangkan pertumbuhan konsumsi dalam negeri mengalami peningkatan 4 sampai 5 persen per tahun, dengan begitu sampai 2030 diperkirakan mencapai 10 ribu MMSCFD.

"Kebutuhan terus tumbuh sekitar 4-5 persen per tahun dan pada taun 2030 diperkirakan kebutuhan gas 10 ribu MMSCFD," kata Djohardi, dalam Forum IndoGas 2017, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (7/2/2017).

Djohardi melanjukan, pada 2030 pasokan dari sumur gas dalam negeri pada 2030 hanya sebanyak 6 ribu MMSCFD, artinya Indonesia mengalami kekurangan pasokan gas sebesar 4 ribu MMSCFD, dari angka tersebut wilayah yang mengalami kekurangan tersbesar adalah Jawa Barat ‎sebesar 2500 MMCFD.

"Pasokan sangat terbatas, jadi menurun terus sampai dengan 2030 pasokan mungkin hanya sekitar 6 ribu MMSCFD‎, akan ada shortage 4,000 MMSCFD atau 32 ton LNG," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, kekurangan pasokan gas diperkirakan mulai terjadi pada 2019, mencapai 500‎ MMSCFD, sektor yang paling banyak mengalami kekurangan pasokan adalah kelistrikan dengan adanya program 35 ribu Mega Watt (MW) yang banyak membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan industri.

‎"Kekurangan 2019 500 MMSCFD, itu power dan industri tapi yang terbesar power karena menyangkut 35 ribu MW," ucapnya.

‎Menurut Djohardi, kekurangan pasokan gas dari dalam negeri disebabkan penurunan produksi secara alamiah dari sumur gas yang telah beroperasi, dan tidak ada tambahan produksi dari sumur gas yang baru.

‎"Itu karena ‎penurunan alamiah, sementara yang baru belum mulai, seperti Natuna," tutup Djohardi.