Angkasa Pura II Siapkan Rp 9 Triliun untuk Belanja Modal

PT Angkasa Pura II mempertimbangkan keluarkan obligasi dan menarik pinjaman untuk dana belanja modal.

Diterbitkan 11 Januari 2017, 09:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pangkalpinang - PT Angkasa Pura II (Persero) menganggarkan belanja modal sekitar Rp 9,2 triliun pada 2017. Dana belanja modal itu sebagian besar dari internal.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, belanja modal digunakan untuk pengembangan usaha. Dana belanja modal itu sebagian besar digunakan dari kas internal.

"Kurang lebih 35-45 persen pendanaan dari luar. Sisanya kas internal. Kami juga sudah mendapatkan izin dari komisaris dan pemegang saham kalau sumber dari eksternal bisa dari commercial loan dan obligasi," ujar dia, seperti ditulis Rabu (11/1/2017), di Pangkalpinang.

Perseroan juga mempertimbangkan keluarkan global bond atau surat utang global. Namun hal itu melihat kondisi pasar global dan melihat potensi pendanaan yang menguntungkan. "Amerika Serikat ganti presiden. Kami melihat market. Obligasi global dan sumber pendanaan lain yang menarik jadi pertimbangan," kata dia.

Sebelumnya perseroan telah menerbitkan obligasi sekitar Rp 2 triliun pada Juli 2016. Dana hasil obligasi itu digunakan sebagian besar untuk pengembangan dan pembangunan bandara terutama bandara Soekarno Hatta.

Perseroan menggunakan belanja modal untuk infrastruktur dan layanan pengembangan nonaeronautika. Awaluddin menuturkan, kinerja pendapatan aeronautika tidak akan mendominasi pada 2018.

"Kalau 2017 kondisinya pendapatan nonaeronautika sekitar 47 persen dan 53 persen aero. Upayakan 2018 sudah 55 persen non-aeronautika," ujar dia.

Pada 2017, perseroan berencana mengoperasikan terminal baru di sejumlah bandara antara lain bandara Husein Sastranegara di Bandung, bandara Depati Amir di Pangkalpinang, bandara Silangit di Tapanuli Utara, bandara Supadio di Pontianak, dan bandara Soekarno Hatta di terminal 3 terutama penerbangan internasional.

Selain itu, Awaluddin mengatakan, pihaknya juga akan revitalisasi bandara internasional Jambi dan Minangkabau. "Bandara Minangkabau, April sudah bisa tender. Juni pembangunannya," ujar dia.

PT Angkasa Pura II yakin target jumlah penumpang yang akan dilayani di bandara yang dikelolanya mencapai 100 juta pada 2017. Bahkan bisa melebihi 100 juta penumpang.

"2016 sekitar 94,5 juta, angkanya masih bergerak bisa sekitar 95 juta. Tahun ini 103 juta," tutur dia.

Sejumlah bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II sendiri juga alami peningkatan dari target kapasitas. Contohnya bandara Kualanamu. Awaladduin menuturkan, penumpang di bandara Kualanamu mencapai 10 juta dari desain kapasitas 9 juta. Oleh karena itu, pihaknya mempertimbangkan untuk meningkatkan layanan. "Kami me-manage distribusi. Terutama di area check in ada lonjakan. Di internal AP 2 ada ekspansi untuk counter check in," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6