Sukses

Menteri ESDM Kirim 120 Sarjana Pilihan ke Daerah Terpencil

Liputan6.com, Jakarta - ‎Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said melepas 120 patriot energi di Kantor Kementerian ESDM‎. Program patriot energi ini digelar dalam rangka mengatasi masalah ketersediaan sumber energi di wilayah-wilayah terluar dan terpencil di Indonesia.

Sudirman mengatakan, 120 patriot energi ini merupakan sarjana terbaik bangsa yang direkrut dengan metode penyaringan yang kompetitif. Setiap patriot dituntut untuk membantu memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan energi di Indonesia.

Selama ini wilayah-wilayah yang belum teralirkan listrik sebenarnya memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan potensial menjadi sumber energi. Sayang, di wilayah tersebut belum ada sumber daya manusia (SDM) yang bisa mengubah SDA tersebut menjadi sumber energi yang berkelanjutan.

"Mereka bukan hanya baik dalam hal akademik tapi juga bersikap dalam rangka mengatasi persoalan bangsa‎. Kita siapkan lapis kader di sektor energi. Mereka akan jadi bagian dari reformasi berkelanjutan‎," ujar dia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (16/7/2016).

Sudirman menjelaskan, 120 patriot energi tersebut akan ditempatkan di 105 desa di 39 kabupaten selama 1 tahun. ‎Diantaranya, sebanyak 26 orang di desa-desa di Pulau Sumatera, 24 orang di Pulau Kalimantan, 25 orang di Pulau Sulawesi, dan sekitar 30 orang di Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

"Mereka ditempatkan di desa dan tempat yang sulit akses dan beberapa daerah sulit untuk mendapat sinyal telepon. Bahkan untuk mengambil honor bulanan harus menginap, dan kembali ke desa besoknya. Jadi saya apresiasi pada anak-anak muda ini dan minta dukungan para pemimpin di daerah supaya mereka bisa bersatu dengan masyarakat setempat," jelas dia.

Program patriot energi ini merupakan telah digelar untuk kedua kalinya. Pada gelombang pertama pada 2015 lalu, Kementerian ESDM menerjunkan 80‎ patriot energi di 65 desa terpencil dan sulit dijangkau.

"Dulu kita belum punya banyak bayangan di lapangan, mereka akan mengidentifikasi masalah dan jadi tangan dan mata program dari penyebaran energi di masyarakat. Dari tahun pertama, sebanyak 35 orang kembali bergabung karena menilai di desa mereka tempati dulu perlu terus pendampingan," tandas dia.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.