Sukses

Studi: Hadiah Uang Tunai Jadi Pemberian Tanda Cinta

Liputan6.com, Jakarta - Saat membicarakan masalah hadiah, beberapa orang merasa tidak ingin repot-repot untuk memikirkan hadiah yang cocok. Bahkan bagi mereka yang khawatir akan sia-sia, lebih memilih untuk memberikan hadiah dalam bentuk uang tunai.

Melansir dari time.com, Kamis (5/5/2016) survei dari Merrill Lynch mengatakan hampir 70 persen dari orang tua mengakui hadiah uang merupakan salah satu ungkapan cinta.

Meskipun terdengar masuk akal, hal ini justru akan menimbulkan kesulitan pada perencanaan keuangan, terutama jika generasi penerima warisan memiliki beberapa pemikiran yang berbeda.

Para generasi tua memiliki pandangan yang berbeda mengenai penerimaan hadiah. Menurut survei, sekitar sepertiga dari mereka melihat hadiah berbentuk keuangan merupakan cara untuk menunjukkan kekuasaan mereka.

Namun para generasi muda ternyata lebih terbuka karena mereka juga menimbang mengenai masalah keuangan mereka sendiri. Uang adalah masalah sensitif untuk dibicarakan.

Menurut ketua dari National Association of Estate Planners & Councils, Lawrence Lehmann, akan lebih mudah untuk membicarakan masalah intim ketimbang masalah keuangan.

Lehmann menyarankan untuk anggota keluarga agar terlibat sedini mungkin dalam setiap perencanaan keuangan agar dapat membantu menyelesaikan setiap masalah keuangan yang dimiliki keluarga mereka.

Ketika memikirkan para penerima manfaat keuangan dalam keluarga, sangat penting untuk membuat mereka sadar pada masalah emosional daripada rincian keuangan. Ungkapan kegembiraan dan cinta harus terus ada dalam sebuah keluarga, dengan atau tanpa uang.

Komunikasi keluarga yang jelas dapat memberikan distribusi yang lebih mudah untuk penerima manfaat keuangan. Seringkali juga apa yang lebih berarti bagi penerima adalah pemberian yang berarti dan tulus. (Shabrina Aulia Rahmah/Ahm)

 

 

Loading