Sukses

5 Cara Mudah Agar Cepat Kaya

Liputan6.com, Jakarta - Menjadi kaya bukan sekedar menabung dan berinvestasi. Ada pula gaya hidup yang harus Anda lakukan. Selain perlu usaha yang keras, Anda pun harus mampu menyiasatinya dengan melakukan beberapa hal.

Berikut lima cara mudah untuk cepat kaya, Selasa (26/1/2015):

1. Cek kesehatan rutin

Kakek dan nenek Anda mungkin sudah menghabiskan ratusan bahkan miliaran rupiah untuk biaya kesehatan setelah mereka pensiun. Ketika masuk usia 60 dan 70 tahun, butuh banyak uang untuk tetap sehat.

Kalau menginvestasikan kesehatan sejak muda, maka Anda bisa mendapat kekayaan ketika tua. Jadi saatnya cek rutin ke dokter dan periksa gigi Anda setiap enam bulan sekali.

2. Tidur cepat

Kurang tidur mengakibatkan Anda membuat keputusan secara impulsif dan berakhir dengan menghabiskan uang. Contoh sederhana, karena lelah Anda malas berjalan kaki, maka memakai taksi.

Anda terlalu letih bekerja maka membeli kopi lebih banyak. Cobalah tidur lebih cepat supaya bisa lebih produktif di tempat kerja dan mendapat kenaikan gaji.

3. Bayar lebih utang Anda

Semakin cepat Anda melunasi utang, semakin sedikit bunga yang dibayar. Ini adalah cara mengeluarkan uang dengan tujuan berhemat. Cobalah kreatif dan cari apa pengeluaran yang bisa Anda kurangi dalam sebulan.

Sangat banyak uang tak terpakai yang tersembunyi menjadi baju, sepatu, mainan anak-anak, dan peralatan rumah tangga tak terpakai. Alihkan uang itu untuk membayar utang.

4. Naikkan jumlah iuran dana pensiun

Kalau Anda memutuskan menaikkan iuran dana pensiun sekitar satu atau dua persen saja dalam sebulan, maka hasilnya bisa dinikmati jangka panjang.

Anda mungkin tidak bakal menyadari sedikit uang itu telah hilang dari tabungan menuju dana pensiun. Cobalah cari tahu apakah pengelola dana pensiun Anda bisa menaikkan iuran tersebut.

5. Masak dan makan di rumah

Anda mungkin susah untuk mengecilkan biaya transportasi. Kalau Anda ingin berhemat, cobalah masak makanan di rumah. Berat badan dan dompet Anda akan berterima kasih akan hal itu.

Orang yang masak dan makan di rumah cenderung berkalori rendah dan sehat. Semakin sedikit makanan yang dikonsumsi maka semakin berkurang pengeluaran Anda. (Elsa/Ndw)

BERANI BERUBAH: Soto Gratis Warga Isoman