Penurunan Harga BBM Diumumkan Besok, Seberapa Besar?

Semua jenis BBM yaitu Premium dan Solar ‎akan mengalami penurunan.

Diterbitkan 22 Desember 2015, 20:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah berencana mengumumkan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Januari 2016, pada Rabu (23/12/2015) esok. Ini setelah harga BBM tak berubah dalam tiga bulan terakhir.

"Besok sorelah diumumkan sama Pak Menteri (Sudirman Said)," kata  Direktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja, di Kantor Direktorat Jenderal Migas, Jakarta, Selasa (22/12/2015).

Wirat mengungkapkan, semua jenis BBM yaitu Premium dan Solar ‎akan mengalami penurunan.

"Turunlah, turun semua. Premium sekitar Rp 200-Rp 300 per liter dan solar lebih dari Rp 500 per liter," paparnya.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said sebelumnya menyatakan, ‎keputusan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) ditetapkan sebelum akhir tahun.

Baca Juga

  • Menteri ESDM Masih Hitung Besaran Penurunan Harga BBM
  • Pengamat: Rakyat Masih Mampu, Jangan Turunkan Harga BBM
  • Harga Minyak Sentuh Level Terendah dalam 11 Tahun

Sudirman mengatakan, memang sudah seharusnya harga BBM untuk Januari turun karena merefleksikan penurunan harga minyak dunia yang terjadi belakangan ini.

‎"Saya kira sebelum akhir tahun kita sudah mesti putuskan bagaimana harga BBM. Tapi hampir dipastikan memang akan turun harga," ujarnya.

Menurut Sudirman, saat ini pihaknya masih mempertimbangkan besaran penurunan harga, karena ada pilihan harga BBM turun hingga mendekati harga keekonomian atau lebih tinggi dari harga ke ekonomian.‎

‎"Turunnya masih dikalkulasi. Makanya Januari kita mesti putuskan harga baru dan apa yang sedang dipikirkan? Pilihannya, betul-betul dipepetkan ke harga keekonomian,"‎ ungkapnya.

Sudirman menambahkan, jika penurunan harga lebih tinggi dari harga keekonomian, sisa dana dari harga BBM dengan harga keekonomian akan ditabung sebagai dana ‎ketahanan energi. Hal tersebut akan dibicarakan ke Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.(Pew/Nrm)


Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6